MAMUJU, EDUNEWS.ID- Musibah banjir dan longsor kembali melanda wilayah Sulawesi Barat.
Data sementara yang telah dihimpun BPBD Mamuju terdapat enam titik terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Mamuju.
Untuk sementara, di Kecamatan Kalukku ada 1.625 KK atau 5.271 jiwa yang terdampak banjir.
Untuk di Desa Pamulukang 130 KK atau 340 jiwa. Sinyonyoi Induk 1.121 KK atau 3.430 jiwa, dan untuk di Sinyonyoi Selatan 374 KK 1.501 jiwa.
Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Sulawesi Barat pun bergerak cepat menggalang donasi untuk para korban banjir dan longsor yang memerlukan bantuan.
Ketua Umum KAGAMA Sulbar, Salman Dianda Anwar menuturkan, saat ini pihaknya telah membuka donasi korban banjir Kalukku Mamuju Sulbar melalui KAGAMA Peduli.
“Tentu musibah yang melanda saudara-saudara kita di Mamuju, Sulawesi Barat juga menjadi musibah kita bersama. Olehnya itu, melalui KAGAMA Peduli, KAGAMA Provinsi Sulawesi Barat membuka posko bantuan. KAGAMA Peduli menerima serta menyalurkan bantuan baik berupa sembako, kebutuhan bayi, pakaian, makanan siap saji dan bantuan lainnya,” ujar Salman Dianda Anwar di Jakarta, Rabu (12/10/2022).
Meski dibuka baru beberapa jam, antusiasme dan bantuan dari keluarga besar UGM sudah mengalir untuk Posko KAGAMA Peduli. Hingga berita ini ditulis, sudah menghampiri 10 Juta bantuan uang tunai yang terkumpul selain bantuan non tunai lainnya.
Bagi siapapun yang ingin menyalurkan bantuan melalui KAGAMA Peduli, bisa melakukan transfer ke Rekening Bank BNI 0337051088 an Titik Rantelino. Konfirmasi dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor 085242487958 (Firman Juang) dan 081998401689 (Titik Rantelino).
