PADANG, EDUNEWS.ID – Mahfud Md menyatakan program Food State gagal saat menghadiri bedah visi-misi di Universitas Andalas (Unand) Kota Padang, Senin (18/12/2023).
Pernyataan itu Mahmud sampaikan saat menanggapi pertanyaan dari panelis yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Unand.
“Pembangunan pertanian seperti apa yang 03 ingin kembangkan? Food estate kah, yang telah gagal 5 kali di Indonesia? Sejak saya kuliah itu sudah ada di Palembang. Atau yang lain? Mode swasembada, mode Pak Harto, atau seperti apa?” tanya Hery kepada Mahfud.
“Entah dari mana pokoknya harus ada Pak, impor-ekspor. Tapi kalau kemandirian pangan, kapanpun negara harus ada, tetapi harus diproduksi di dalam negeri,” jawab Mahfud.
“Kemudian ada keamanan pangan, itu bisa aman dari perubahan situasi, perubahan apapun, ini tetap aman tersedia untuk pangan. Kira-kira begitu pengertian yang paling populer tentang pangan ini,” tambahnya.
“Apa yang mau kita lakukan? Food Estate yang sekarang banyak digembar-gemborkan, saya kira semua orang punya pesan itu gagal, Pak. Dan saya kira iya. Kenapa? karena kita menyediakan lahan yang besar, tidak dipikirkan bahwa lahan yang besar dengan modal yang besar itu harus ada petani. Sementara, lahan yang disediakan itu ndak ada orangnya,” ujar Mahfud.
“Itu nanti Kita kembangkan, karena itu sebenarnya makanan tradisional kita. Kita itu suka makan nasi, makan nasi gitu kan sesudah dijajah orang, baru beras dan seterusnya. Beras lalu seakan-akan orang yang paling hebat, yang paling mulia itu kalo bisa makan beras,” jelasnya.
