Opini

Ketika Betonisasi Hertasning Mengorbankan Mobilitas Masyarakat

Oleh : Sahrul Ariansyah

OPINI, EDUNEWS.ID – Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, proyek betonisasi ruas Jalan Hertasning–Aroepala hingga Jalan Tun Abdul Razak pada dasarnya patut diapresiasi sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan jalan yang lebih kuat, aman, dan nyaman. Namun, di balik tujuan tersebut, pelaksanaan proyek yang berlangsung saat ini justru menimbulkan persoalan serius yang dirasakan langsung oleh masyarakat, yaitu kemacetan panjang yang terjadi hampir setiap hari.

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi lalu lintas di kawasan Hertasning–Aroepala hingga menuju Tun Abdul Razak mengalami kepadatan yang cukup parah. Antrean kendaraan terlihat mengular mulai dari jalur kanal Hertasning, melintasi ruas yang sedang dibeton, hingga mendekati Gerbang Badik Gowa. Waktu tempuh yang biasanya relatif singkat kini dapat meningkat berkali-kali lipat, terutama pada jam berangkat kerja, jam pulang kantor, dan waktu aktivitas pendidikan.

Masyarakat tentu memahami bahwa setiap pembangunan membutuhkan proses dan konsekuensi tertentu. Tidak ada pembangunan tanpa gangguan sementara. Akan tetapi, yang menjadi persoalan adalah ketika dampak yang ditimbulkan terasa terlalu besar dan tidak diimbangi dengan pengelolaan lalu lintas yang memadai. Kemacetan yang terjadi bukan lagi sekadar perlambatan arus kendaraan, melainkan telah mengganggu produktivitas masyarakat, menambah biaya perjalanan, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta menguras waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk aktivitas yang lebih bermanfaat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak cukup diukur dari kualitas hasil akhirnya saja. Pemerintah dan pihak pelaksana juga harus memastikan bahwa proses pengerjaan tidak menimbulkan beban yang berlebihan bagi masyarakat. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak pengguna jalan yang mengeluhkan minimnya informasi mengenai progres pekerjaan, kurangnya petugas pengatur lalu lintas pada titik-titik rawan kemacetan, serta belum optimalnya rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung.

Sebagai proyek yang berada pada salah satu jalur utama penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, pengerjaan betonisasi ini seharusnya disertai perencanaan manajemen lalu lintas yang lebih matang. Pengaturan jam kerja proyek, penambahan rambu-rambu sementara, penyediaan jalur alternatif yang jelas, hingga penempatan petugas pada jam-jam sibuk merupakan langkah yang semestinya menjadi perhatian utama. Masyarakat tidak hanya membutuhkan jalan yang bagus di masa depan, tetapi juga membutuhkan akses yang tetap layak digunakan selama proses pembangunan berlangsung.

Selain itu, pemerintah perlu lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan proyek kepada publik. Informasi mengenai target penyelesaian, tahapan pekerjaan yang sedang berjalan, serta kendala yang dihadapi perlu disampaikan secara berkala. Transparansi seperti ini penting agar masyarakat memahami situasi yang terjadi dan tidak merasa diabaikan di tengah kesulitan yang mereka hadapi setiap hari.

Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi sumber persoalan baru. Betonisasi Jalan Hertasning memang penting untuk meningkatkan kualitas jalan dalam jangka panjang, tetapi pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sebagai pengguna utama fasilitas tersebut. Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya tentang menghasilkan jalan yang kokoh, melainkan juga tentang bagaimana pemerintah mampu menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik selama proses pembangunan berlangsung.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top