JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalani rapat kerja evaluasi bersama Komisi X DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada 15-16 Juli 2026. Dalam forum tersebut, Kemdiktisaintek memaparkan capaian kinerja serta komitmennya dalam memperkuat tata kelola pendidikan dan ekosistem riset nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa lembaganya terus berupaya merealisasikan visi “Diktisaintek Berdampak”. Fokus utama kementerian tetap pada perluasan akses pendidikan tinggi dan penguatan riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan bangsa.
“Kami akan terus memperluas akses dan keberlanjutan studi masyarakat, memperkuat kapasitas perguruan tinggi dan ekosistem riset, serta mendorong peningkatan angka partisipasi kasar perguruan tinggi sebagai bagian dari semangat Diktisaintek Berdampak,” ujar Menteri Brian, dikutip dari kemdiktisaintek.go.id, Sabtu (18/7/2026).
Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran
Dalam evaluasi tersebut, Kemdiktisaintek menunjukkan capaian signifikan dari sisi tata kelola keuangan. Kementerian berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Capaian ini juga diikuti oleh 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang meraih predikat serupa.
Secara statistik, realisasi belanja Kemdiktisaintek pada Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai Rp55,49 triliun atau 94,81% dari pagu anggaran. Bahkan, pendapatan kementerian menembus angka Rp11,48 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Kinerja anggaran yang sangat baik ini turut diganjar dengan Nilai Kinerja Anggaran (NKA) sebesar 93,46.
“Berbagai capaian ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan setiap program pendidikan tinggi, sains, dan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Menteri Brian.
Program Prioritas dan Catatan Strategis
Kemdiktisaintek juga melaporkan keberhasilan program-program prioritas, di antaranya realisasi anggaran beasiswa yang menyentuh angka 99,99% dan kesuksesan program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Di sektor inovasi, progres pembangunan sekolah dalam program SMA Unggul Garuda terus dikebut, dengan target penyelesaian empat sekolah baru pada pertengahan 2026.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, memberikan sejumlah catatan strategis bagi kementerian. Komisi X menyoroti pentingnya penguatan kualitas perencanaan, percepatan tindak lanjut rekomendasi BPK RI, hingga peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.
Menteri Brian merespons positif masukan tersebut dan berkomitmen menjadikan rekomendasi BPK dan catatan dari Komisi X sebagai bahan evaluasi internal. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sistem data, pengendalian internal, dan penataan aset kementerian semakin tertib dan akurat.
Melalui sinergi ini, Kemdiktisaintek berharap dapat terus menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas SDM unggul, riset inovatif, dan pencapaian target Indonesia Emas 2045. (*/web)
