EDUNEWS

Beredar Peta Peluang Bakal Calon Rektor UNM 2026, Tujuh Nama Masuk dalam Analisis Sementara

MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Dinamika menjelang Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) 2026 mulai menghangat. Sebuah dokumen bertajuk “Peta Peluang Bakal Calon Rektor UNM 2026” beredar dan memetakan tujuh figur yang muncul di ruang publik. Dokumen tersebut berstatus analisis sementara per 2 September 2026, bukan hasil survei maupun keputusan resmi lembaga.

Dalam pemeringkatan tersebut, Prof. Drs. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. menempati posisi pertama, disusul Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., Prof. Dr. Hasmyati, M.Kes., Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si., Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Muhammad Jufri, dan Prof. Dr. Sukardi Weda.

Suwardi Annas dalam analisis tersebut dikategorikan memiliki peluang sangat kuat. Penilaian itu antara lain didasarkan pada statusnya sebagai alumni, pengalaman dua periode sebagai Dekan FMIPA, guru besar, anggota Senat ex-officio, serta rekam akademik dan riset. Namun dokumen juga mencatat bahwa basis suara Suwardi di Senat belum pernah teruji secara terbuka dalam Pilrek sebelumnya.

Sementara itu, Andi Aslinda juga ditempatkan dalam kategori sangat kuat. Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan anggota Senat ex-officio, ia disebut memiliki akses kelembagaan luas serta pengalaman langsung dalam tata kelola akademik UNM. Dokumen juga mencatat adanya penilaian informal mengenai penerimaan positif terhadap Aslinda di luar lingkungan kampus, namun hal tersebut belum terverifikasi.

Di posisi ketiga, Hasmyati memiliki rekam dukungan internal yang kuat berdasarkan Pilrek 2024. Namun analisis tersebut juga mencatat sejumlah faktor risiko, termasuk pemberitaan mengenai dugaan pungli terkait penerimaan dosen CPNS di lingkungan UNM pada 2024. Hasmyati telah membantah tuduhan tersebut dan dalam dokumen disebut belum ditemukan putusan pengadilan yang menyatakannya bersalah. Pengalaman Pilrek sebelumnya juga menunjukkan bahwa dukungan besar di Senat justru tidak berbanding lurus dengan dukungan kementerian pada tahap akhir.

Sementara Eko Hadi Sujiono dinilai memiliki modal akademik dan pengalaman yang kuat, tetapi menghadapi tantangan dalam dukungan internal. Arifin Manggau disebut memiliki jaringan luas di lingkungan mahasiswa, alumni, dan berbagai unit internal. Adapun Muhammad Jufri memiliki pengalaman birokrasi dan jejaring pemerintahan, sementara Sukardi Weda memiliki pengalaman kepemimpinan serta jejaring organisasi, namun masih menghadapi tantangan dalam konsolidasi dukungan institusional.

Beredarnya dokumen tersebut menunjukkan mulai munculnya berbagai pemetaan dan analisis menjelang Pilrek UNM 2026. Namun, seluruh urutan dan penilaian dalam dokumen tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti dinamika tahapan pemilihan.

Hingga kini, tidak terdapat keterangan dalam dokumen tersebut yang menunjukkan bahwa kementerian secara resmi telah menetapkan dukungan kepada kandidat tertentu. Karena itu, pemeringkatan maupun dugaan arah dukungan dalam peta tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai analisis sementara sambil menunggu pendaftaran Calon Rektor UNM.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

Kirim Berita

  • redaksi@edunews.id
  • redaksiedunews@gmail.com

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top