DAERAH

Bagaimana Nasib RS Batua Makassar Pasca Penetapan Tersangka ? Begini Kata Danny

Walikota Makassar Danny Pomanto

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengungkapkan, ditetapkannya tersangka dugaan kasus korupsi terhadap proyek pengerjaan rumah sakit batua membuat pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap perampungan RS Batua tersebut.

Danny, sapaan akrab Walikota Makassar ini mengatakan, evaluasi terhadap pengerjaan rumah sakit tersebut dilakukan setelah proses pengadilan selesai, apakah bisa dilanjutkan pembangunannya atau tidak.

Apalagi lanjut Danny, di tengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah kota sangat membutuhkan perampungan Rumah Sakit Batua.

“Setelah selesai nanti saya akan menyampaikan ke pihak kepolisian. Karena sayang ini kalau fasilitas ini tidak selesai. Seandainya ini selesai, dilanjutkan sama Iqbal (mantan penjabat wali kota) kemarin, jaman-jaman seperti ini kita butuhkan rumah sakit,” ujarnya.

“Saya ini kan enginer, tapi saya tidak enak komentar karena nanti dianggap ada hubungannya dengan proses hukum. Biarkan proses hukum jalan dulu,” ucap Danny.

Baca Juga : Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Korupsi RS Batua, Djusman AR : Tahan Dong

Danny juga mengungkapkan akan menghargai proses hukum terkait penetapan 13 tersangka yang melibatkan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Selain dugaan kasus korupsi tersebut, kata Danny saat ini masih banyak pekerjaan rumah serta adanya kasus lain yang perlu dituntaskan.

“Di Pemkot masih ada kasus lain. Kita punya PR bansos. PR penggelapan pajak. Kita punya PR tentang pengadaan CCTV. Saya kira kita terbuka saja,” ungkap Danny, Selasa (3/8/2021).

Seperti diketahui, Senin 2 Agustus kemarin, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan menetapkan 13 tersangka dalam kasus RS Batua.

Baca Juga : Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Kasus RS Batua, Walikota Makassar Beber  Kasus Korupsi Lainnya

Mereka masing-masing berinisial AN, SR, MA, FM, HS, MW, AS, MK, AIHS, AEH, DR, APR, dan RP. Mereka ini terdiri atas pejabat Dinas Kesehatan Makassar, pelaksana, pokja, dan konsultan.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan melakukan penetapan tersangka ini setelah menerima hasil perhitungan kerugian negara dari BPK RI.

Akibat perbuatan para tersangka, negara dirugikan Rp22 miliar.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top