DAERAH

Begini Pengakuan Keluarga AA yang diduga Tewas Usai ditangkap Polisi di Makassar

gambar ilustrasi (shuttershock.com)

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Kasus tindakan semena mena oleh kepolisian diduga kembali terjadi usai meninggalnya seorang warga Kecamatan Bontoala, Arfandi Ardiansyah (AA).

Hal ini diungkapkan oleh sejumlah massa Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sulsel Peduli HAM yang menggelar aksi di depan Polrestabes Makassar siang tadi, Rabu (25/5/2022).

AA disebut meninggal dunia tidak lama setelah ditangkap dan diamankan oleh Satres Narkoba Polrestabes Makassar, sebab dirinya diduga menggunakan narkoba.

Salah satu keluarga AA, Andi Ilham menjelaskan kronologi kejadian, dimana AA diketahui ditangkap sekira pukul 2 malam, Ahad (15/5/2022).

“Malamnya ditangkap, tapi kita baru dikabari oleh kepolisian sekira pukul 9 paginya. Di situ keluarga akhirnya datang ke Polrestabes, tapi ternyata AA tidak ada dan katanya dibawa ke RS Bhayangkara karena sesak napas,” terang Ilo, sapaan akrabnya, kepada wartawan edunews.id.

Setibanya di rumah sakit, lanjut Ilo, keluarga mendapati AA telah dinyatakan meninggal. Meski begitu, keluarga tidak dibiarkan melihat jenazah AA dalam waktu yang sangat lama.

“Kita sudah lama berdebat, mengamuk, minta untuk diperlihatkan. Tapi dengan banyak alasan, mereka terus menunda. Katanya polisi biar mereka juga yang urus mandikan dan kafani jenazahnya. Kita baru bisa lihat jenazahnya setelah magrib,” kata Ilo yang menyayangkan hal tersebut.

Dia menambahkan bahwa saat keluarga melihat AA, jasadnya dalam keadaan yang sudah sangat kaku karena dibekukan. Selain itu, Ilo mengaku melihat banyak memar di sekujur tubuh jenazah.

Berdasarkan keterangan keluarga, hasil otopsi jenazah AA belum keluar hingga berita ini diturunkan.

6 Personel dimutasi ke Mapolda Sulsel

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup nutupi jikalau personel yang tersangkut kasus ini, terbukti melakukan pelanggaran.

“Polrestabes Makassar akan selalu terbuka memberikan informasi kepada siapa saja jika dibutuhkan dan hal itu masih dalam lingkup kewenangan Polrestabes Makassar,”  tegasnya.

Lando mengungkapkan bahwa sebanyak 6 orang personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar telah dimutasikan ke Yanma (staf pelayanan Markas) Mapolda Sulsel. Mereka merupakan personel yang terlibat dalam penangkapan AA.

“Dimutasikan ke Yanma dalam rangka evaluasi jabatan atau memudahkan pemeriksaan baik dugaan pelanggaran disiplin, kode etika, maupun pidana,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); });