DAERAH

Djusman AR Tantang Polres Soppeng Tindak Lanjuti Video Viral Diduga Pemalsuan Suket Covid-19

Koordinator FoKaL NGO Sulawesi, Djusman AR.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID — Koordinator FoKaL NGO Sulawesi Djusman AR menantang pihak kepolisian Kabupaten Soppeng untuk menindak lanjuti video viral di Media Sosial (Medsos) yang diduga percakapan antara Direktur RSUD Latemmamala dr.Nirwana dengan Kepala Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala dr. Mustaqim terkait persoalan Surat Keterangan (Suket) bebas Covid-19 atau virus corona.

Terdengar dari pembicaraan video yang berdurasi 9 menit 36 detik itu, dr. Mutaqin mempertanyakan Suket Covid-19 tanpa melalui uji laboratorium, sedang Suket yang dimaksud tidak pernah diajukan kepada Kepala Laboratorium, sehingga suket itu diduga palsu begitupun tanda tangan dr. Mutaqin juga dipalsukan.

“Harus diproses hukum, menjadi tantangan buat aparat penegak hukum. Ini sangat memalukan karena telah tayang di youtube, tentunya sudah menjadi konsumsi publik. Aparat penegak hukum khususnya Polres Soppeng harus menindak lanjuti, tanpa pun ada laporan resmi segera memanggil oknum yang terkait khususnya orang yang terlibat dalam percakapan di video itu, apalagi sudah meresahkan publik khususnya masyarakat Soppeng, hanya aparat penegak hukum yang dapat memberi kepastian hukum, jangan biarkan masyarakat menduga-duga apalagi berprasangka buruk,” kata Djusman yang juga dikenal Putra Soppeng.

Lanjut Djusman, dirinya mengapresiasi dokter Mutaqin selaku Kepala Laboratorium yang telah membuka kepada publik permasalahan tersebut.

“Parah ini kalaupun apa yang disampaikan dr. Mutaqin benar adanya bahwa dugaan suket palsu itu tanpa sepengetahuan atasannya, setidaknya kita harus memberikan apresiasi kepada dr. Mutaqin yang berani membongkar borok yang terjadi dalam wilayah kerjanya,” ucapnya.

 

Keterangan video : Video viral di Media Sosial (Medsos) yang diduga percakapan antara Direktur RSUD Latemmamala dr.Nirwana dengan Kepala Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala dr. Mustaqim terkait persoalan Surat Keterangan (Suket) bebas Covid-19 atau virus corona.

 

Dirinya menjelaskan, pemalsuan hasil keterangan virus corona mendapat ancaman hukuman penjara.

“Praktik pemalsuan surat keterangan tes Covid-19 termasuk PCR merupakan tindak pidana yang ancaman hukumanya 4 tahun sesuai pasal 267 ayat 1 dan pasal 268 ayat 1 KUHP terhadap yang membuat atau yang menggunakan jangan main main palsukan surat rapid test antigen,” jelasnya.

Dirinya menduga jika hal tersebut benar terjadi, apakah pelaku berdiri tunggal atau melibatkan orang lain.

“Apa benar terjadi? Dan kalau benar, mungkinkah tak sepengetahuan atasan? Sepertinya sulit tak melebar ke yang lainnya, katakanlah tim gugus. Penyidik harus bongkar itu, penting karena berkaitan bencana pandemi,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Pengawas RSUD Latemmamala, Nurmal Idrus menuturkan, pihaknya akan mengecek kepada Kepala RSUD Latemmamala terkait video viral tersebut.

“Dalam situasi saat ini tentunya kita harus menganut paham asas praduga tak bersalah, selaku dewan pengawas malam ini kami akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan apakah benar tidaknya persoalan tersebut nanti setelah kami melakukan klarifikasi akan kami keluarkan rekomendasi kepada Bupati Soppeng untuk menindak lanjutinya karena beliau sendiri atasan langsung dari direktur RSUD Latemmamala Soppeng,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top