DAERAH

Oknum Satpol PP Pukuli Ibu Hamil di Gowa Dinonaktifkan!

oknum Satpol PP yang melakukan penganiayaan terhadap Ibu Hamil 9 bulan pemilik kafe di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama suaminya

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Viral di media sosial oknum Satpol PP yang melakukan penganiayaan terhadap Ibu Hamil 9 bulan pemilik kafe di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama suaminya, kini oknum satopol PP berstatus dinonaktifkan.

Kabar yang kami terima menindaklanjuti viralnya video yang beredar di media sosial dan membuat netizen geram melihat aksi dari oknum Satpol PP tersebut, karena dianggap menganiaya Ibu hamil saat menggelar razia PPKM, Rabu, 14 Juli 2021 malam. Maka pihak penyidik dari Satpol PP langsung melakukan pemeriksaan dan menyatakan untuk sementara waktu oknum Satpol PP akan dinonaktifkan dari jabatannya.

Sekitar pukul 22:00 WITA Rabu malam, tim satgas PPKM di Kabupaten Gowa melakukan razia di sebuah kafe di jalan poros Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Dalam razia PPKM ini terjadi insiden antara pemilik kafe dengan petugas Satpol PP hingga diwarnai aksi pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP.

Di dalam video yang viral yang beredar hasil dari live sang suami Ibu yang hamil 9 bulan, Ivan, sangat terlihat jelas bahwa pemukulan itu memang karena oknum Satpol PP dirasuki rasa marah.

Oknum Satpol PP tersebut diketahui bernama Mardani, datang menegur pemilik kafe tak lain adalah pasangan suami istri, dengan sikapnya yang kurang sopan. Karena sikapnya tersebut maka terjadilah adu mulut dengan pemilik kafe dan oknum Satpol PP jadi tak terhindarkan.

Tak lama berselang, oknum Satpol PP melakukan pemukulan kepada kedua pemilik kafe, hingga mengakibatkan kedua korban mengalami luka lebam di bagian wajah. Ironisnya korban yang wanita sementara berbadan dua di usia kehamilannya yang sudah memasuki sembilan bulan.

Tak terima atas kejadian ini, keluarga korbanpun memutuskan membuat laporan ke polisi Mapolres Gowa.

Kasatpol PP Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro, angkat bicara dan membenarkan kejadian ini. Dan dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan oknum Satpol PP yang melakukan penganiayaan hingga menonaktifkan dari jabatannya. (brns)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top