DAERAH

Pemilihan Paskibraka Sulbar Berpolemik, Pemuda Minta Kadispora Dicopot

Pemuda asal Kabupaten Majene, Muhammad Husni.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Gugurnya atau pembatalan ke Ibu Kota Jakarta dua Paskibraka Sulbar asal Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamasa berpolemik, hal tersebut menuai sorotan publik tidak terkecuali pemuda.

Pemuda asal Kabupaten Majene, Muhammad Husni menyesalkan keputusuan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemuda (Kadispora) Sulbar yang diduga melakukan pembatalan sepihak dua Paskibraka yang sebelumnya dinyatakan lulus ke Jakarta.

Menurutnya, keputusan Kadispora Sulbar dinilai tidak transparan dan terkesan nepotisme dalam proses pembatalan Paskibraka.

“Keputusan Kadispora ini tidak transparan, sepihak dan terkesan nepotisme, karena sebelumnya sudah dinyatakan lolos namun tiba-tiba dibatalkan dan digantikan oleh bukan cadangan dari sebelumnya,” terang Husni.

Oleh karena itu lanjut Husni, menilai Kadispora Sulbar gagal menjalankan pemerintahan secara profesional dan memintak gubernur Sulbar mencopot Kadispora.

“Harusnya sebagai pemerintah harus profesional dalam menjalankan pemerintahan jangan ada nepotisme, oleh karena itu kami meminta Gubernur Sulawesi Barat, untuk mencopot Kadispora Sulbar yang tidak becus,” tegas Husni.

Selanjutnya Ia menganggap ada kenjanggalan dalam proses pembatalan dua Paskibraka terutama yang dari Kabupaten Mamasa, sebab setelah dibatalkan ia harus digantikan oleh Paskibraka cadangan asal pasangkayu, namun justru digantikan Paskibraka asal Mamasa, kemudian ditawari kembali jadi Paskibraka tingkat provinsi.

“Ini janggal, sebab setelah dinyatakan positif hasil PCR harusnya digantikan oleh cadangan Paskibraka asal pasangkayu, tapi justru yang dari Mamasa yang menggantikan, dan diminta lagi sebagai Paskibraka provinsi, ini ada apa sebenarnya,” sesalnya.

Sebelumnya, diketahui dua Paskibraka perwakilan Sulbar yang dinyatakan lolos ke Jakarta tiba-tiba dibatalkan setelah hasil PCR nya dinyatakan positif. yakni Arya Maulana Mulya (perwakilan SMA Negeri 2 Majene) dan Kristina (dari SMA Negeri 1 Mamasa).

‌Menanggapi hal itu, Kepala dinas Pemuda dan olahraga Sulbar, Muhamamd Hamzih beralasan bahwa pembatalan dua paskibaraka ke Jakarta karena hasil PCR dinyatakan Positif dan ada desakan dari pusat.

‌”Saya sudah berdebat dengan pusat dan meminta waktu dua hari untuk menunggu swab kedua tapi pusat tapi tidak bisa,” akunya.

Sementara yang menggantikan perwakilan dari Sulbar adalah Muhammad Juandi Ali dari SMA Negeri 3 Polman dan Anggi F Tamutuan yang juga dari SMA Negeri 1 Mamasa.

 

rilis

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top