DAERAH

Polisi Sebut Nelayan Kodingareng Dilepas Karena ada Jaminan Istri dan Lurah

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Beredar surat pencabutan kuasa hukum tersangka nelayan Kodingareng, Mansyur Pasang Alias Daeng Manre dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar di media sosial WhatsApp.

Saat dikonfirmasi, Direktur Kepolisian Air dan Udara Daerah Sulawesi Selatan (Polairud Polda Sulsel) Hery Wiyanto menyatakan permohonan penjaminan penangguhan penahanan Daeng Manre di Polda Sulsel bukan permohonan dari LBH Kota Makassar namun dari pihak keluarga tersangka.

“Bukan yang menjamin istrinya sendiri,” katanya, saat dikonfirmasi wartawan Edunews.id via Whatsapp, Kamis (03/09/2020).

Sementara itu, dirinya juga membeberkan pemohon penangguhan penahanan nelayan Kodingareng, Saharw yang juga ditahan oleh aparat kepolisian.

“Yang ini, di juga istrinya yang bermohon dan menjamin,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Kelurahan Pulau Kodingareng, Ruslan Jufri juga ikut menjamin penangguhan penahanan kedua nelayan tersebut.

Sebelumnya, pada pertengahan Agustus, nelayan bernama Manre ditetapkan polisi sebagai tersangka perusakan mata uang rupiah.

Sementara Saharuddin, polisi menjeratnya dengan Pasal 170 ayat (1) KUHPidana, tentang perusakan. Ancaman hukuman maksimalnya 5 tahun, 6 bulan penjara.

Namun kedua nelayan Kodingareng tersebut telah ditangguhkan penahannya.

Seperti diketahui, nelayan bersama aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa berulang kali memprotes penambangan pasir laut PT Boskalis untuk pembangunan Makassar New Port. Pihak perusahaan, pemerintah dan nelayan sudah berulang kali melakukan pertemuan dan proses mediasi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top