DAERAH

Puluhan Kendaraan di Bandung Rusak Terendam Lumpur Akibat Banjir Bandang

 

 

BANDUNG, EDUNEWS.ID – Pasca banjir bandang yang menerjang wilayah Cimahi, Bandung menyisakan kerusakan dan kerugian harta benda di lima titik banjir bandang. Berdasarkan data kepolisian, wilayah yang alami kerusakan akibat banjir bandang kemarin (20/3/2018).

Diantaranya Komplek Alam Resik, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, 10 rumah tergenang air dan lumpur serta satu unit mobil terbawa arus. Kemudian, di komplek Cluster Jati Asih, 10 rumah tergenang air dan lumpur.

Di kawasan jalan AH Nasution, Cicabe, Jatihandap dua rumah pada bagian dapur roboh. Selanjutnya di pemukiman padat sekitar Jatihandap, satu jembatan penyebrangan kecil bergeser.

“Di Jalan A yani, Cicaheum, 17 mobil dan 12 motor rusak akibat terendam banjir bandang. Kejadian tersebut juga mengakibatkan Jalan AH Nasution seputaran Terminal Cicaheum tergenang air dan lumpur sehingga arus lalu lintas padat,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, Rabu (21/3/2018).

Penyebab banjir bandang yang terjadi kemarin ini, disebabkan karena adanya alih fungsi lahan di kawasan Bandung Utara (KBU). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Ferdi Linggaswara.

“Banjir kali ini dirasakan relatif cukup besar. Kenapa bahwa eksploitasi KBU sudah kritis,” ujar Ferdi di Bandung, sebelumnya. Masifnya pembangunan hotel-hotel dan pemukiman di KBU membuat serapan air berkurang. Air yang seharusnya terserap malah meluncur deras ke kawasan hilir atau menuju Kota Bandung.

“Banjir kali ini dirasakan relatif cukup besar. Saya sudah ingatkan beberapa waktu yang lalu akan terjadi banjir bandang. Karena kita tahu beberapa titik KBU yang mencakup empat wilayah (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Cimahi) itu sudah sangat tidak terkendali pembangunannya,” katanya.

To Top