DAERAH

Viral! Mertua Hajar Calon Menantu saat Akad Nikah, Berikut Videonya

Screenshot video viral mertua hajar calon menantu saat akad nikah, keterlambatan jadi pemicunya.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Beredar di media sosial kejadian terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Seorang calon mertua menghajar calon menantunya di saat prosesi akad nikah di Oimbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Dalam sebuah video yang tengah viral di media social, seorang pengantin pria, duduk berhadapan dengan calon mertuanya yang mengenakan setelan jas dalam proses ijab Kabul.

Prosesi awalnya lancar. Terlihat, seorang penghulu biru memimpin ijab kabul tersebut.

Dalam menit 0.48, giliran penghulu menyodorkan mikrofon ke orang tua pengantin perempuan, untuk ikut membacakan istigfar dan syahadat.

Namun saat mengakhiri syahadat, pria berpeci hitam itu itu tiba-tiba menyebut nama hewan menggunakan bahasa Bima.

Rupanya, ucapan itu memicu reaksi dari pihak keluarga mempelai pria.

Dimana seorang perempuan terdengar mengucapkan bahasa Bima ’’Au wali si masalah na, hargai ja ku mada doho sebagai keluarga na ni, gak enak didengar masalah begini (apalagi si masalahnya ini. Hargai kami sebagai keluarganya. Tidak enak didengar masalah begini),’’ demikian ucap perempuan yang terekam dalam video yang viral.

Mendengar ucapan itu orang tua pengantin wanita spontan bangun dari tempat duduknya dan melayangkan tendangan ke arah pengantin pria.

Tendangannya sempat mengenai wajah pengantin pria, namun tidak lama berhasil dilerai.

Video berdurasi 1 menit 41 detik pertama kali diunggah akun Facebook Ansar Blur sekitar pukul 11.00 Wita. Tidak lama juga diunggah dalam Kanal Youtube KABAR BIMA, Sabtu (29/9/2021).

Hingga pukul 14.32 Wita, unggahan di Ansar Blur dibagikan sebanyak 1,8 ribu. Sementara di kanal Youtube KABAR BIMA sudah dilihat lebih dari 8.600 orang.

Menurut laman kabarbima, akad nikah tersebut sudah berlangsung sebulan yang lalu. Tepatnya tanggal terjadi pada 14 Agustus 2021, namun baru viral hari ini.

Kericuhan ini diduga akibat keterlambatan calon pengantin pria saat menghadiri akad nikah. Menurut informasi, akad nikah semula dijadwalkan pukul 10.00 Wita, namun pengantin pria baru tiba di lokasi pada pukul 16.00 Wita.

Setelah kericuhan itu, pihak keluarga laki-laki sudah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Rasanae Barat dengan LP Penganiayaan. Menurut Kabarbima, Kapolsek Rasanae Timur IPTU Surato, yang telah dikonfirmasi, pada Sabtu (25/09) mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pengaduan tersebut, dan pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan juga saksi-saksi.

Menurut Suratno, pemicu kericuhan ini sudah dimulai sebelum acara pernikahan, tapi jauh sebelum jadwal akad nikah yang telah disepakati. Rupanya, pihak keluarga pengantin wanita sudah tidak senang dengan pengantin pria yang diduga telah lebih dulu menghamili pengantin wanita.

“Empat kali ditunggu oleh KUA di tempat yang disediakan namun pengantin pria tak kunjung datang. Selain karena perbuatan pengantin pria yang menghamili pengantin wanita di luar nikah, keterlambatan pengantin pria juga memicu amarah sang mertua dan pihak keluarga,” kata Suratno.

Sementara itu, warganet ikut berkomentar atas peristiwa kericuhan ini.

“Kejadiannya itu, di saat pagi jam 10 itu adalah akad nikah yg sebenarnya tapi mempelai pria datangnya jam 4 sore dan di undangan pun sdah tersebar bahwa acara resepsinya jam 14, keluarga mana yang GK sakit hati di permalukan gitu, “kata Mia Jumiati di kanal Youtube Kabar Bima.

“Kalembo ade bapak, ini sebagai pelajaran bagi kita yang laki2 berani berbuat harus berani bertanggung jawab,” kata Rian Hidayat Channel.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top