Kampus

Delapan Pendaftar Pilrek Unhas, hanya Asesor Internasional Prof Indrianty Diantar Mantan Rektor

Prof Dr Indrianty Sudirman SE MSi.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022-2026 masih bergulir hingga sekarang.

Salah satu pendaftar yaitu Prof Dr Indrianty Sudirman SE MSi CRMP CRGP. Diketahui Prof Indrianty merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas dan menjabat Sekretaris MWA (Majelis Wali Amanah).

Hingga saat ini, Sabtu (21/8/2021) Prof Indrianty satu-satunya bakal calon Rektor yang diantar langsung Mantan Rektor Unhas Prof Basri Hasanuddin.

Diketahui Prof Basri Hasanuddin menjabat Rektor Unhas selama dua periode yakni 1989 – 1997.

Selain Prof Basri Hasanuddin, juga diantar langsung oleh Prof Dr Djabir Hamzah MA mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unhas dan Pembantu Rektor I Bidang Akademik era kepemimpinan Prof Radi A Gany.

Tak hanya Guru besar, turut mengantar sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis.

Selain itu, berdasar penelusuran redaksi edunews.id dari delapan pendaftar  sementara bakal calon Rektor Unhas, Prof Indrianty satu-satunya Asesor Internasional, yakni :

Pertama, Asesor International ETEC-NCAAA, Kingdom of Saudi Arabia.

Kedua, Asesor European Network for Quality Assurance Agencies (ENQA).

Ketiga, Asesor for Share Pilot Review Exercises of EQAAAS, European Network for Quality Assurance in Higher Education (ENQA) and Asean Quality Assurance Network (AQAN).

Keempat, Asesor Agência Nacional para a Avaliação Acreditação Académica (ANAAA).

Saat dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof Indrianty menjelaskan tentang “Markor Plus: Suatu Pendekatan Baru Untuk Pengayaan konsep Market Orientation”.

Indrianty mengatakan, pemasaran dimaknai sebagai kegiatan perdagangan dan kegiatan perantara distribusi. Penekanan pada segi komoditas, institusional dan fungsional menjadi ciri khas perdagangan pada masa itu.

Pengertian orientasi pasar dikembangkan menjadi upaya penggalian informasi pasar, mendiseminasikannya ke seluruh organisasi, berespon berdasarkan intelijen pasar tersebut, dan memberikan pembelajaran kepada pelanggan mampu memahami dan menilai diferensiasi penawaran organisasi.

Konsekuensi logis dari pengembangan konsep orientasi pasar tersebut adalah perlunya menyertakan pengukuran pembelajaran pelanggan pada pengukuran orientasi pasar (skala MARKOR) sehingga menjadi MARKOR Plus.

“Saya mengajukan pembelajaran pelanggan sebagai kombinasi antara pendekaran market driven dan driving market. Pembelajaran pelanggan disintesakan dari kedua pendekatan tersebut, teori pembelajaran dan persepsi sebagai penggerak perilaku,” jelas Indrianty.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top