Kampus

Desak Mundur Rektor dari Komisaris, BEM Unhas Jadwalkan Pertemuan dengan MWA

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Imam Mobilingo

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Sorotan terhadap dugaan rangkap jabatan yang dilakukan oleh Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu terus disuarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin (BEM Unhas).

Saat ini, BEM Unhas akan menemui pihak Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas untuk mendesak Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mundur dari jabatanya sebagai Komisaris PT Vale Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BEM Unhas, Imam Mobilingo saat dihubungi wartawan edunews.id, via Whatsapp, Selasa (3/8/2021).

Ia beralasan bahwa rencana pertemuan tersebut dilakukan untuk mempertanyakan adanya dugaan pelanggaran statuta yang dilakukan oleh Rektor Unhas.

“Tindakan selanjutnya adalah mengkonsolidasikan dengan pihak MWA terkait pelanggaran statuta,” katanya.

Pihaknya berusaha menjadwalkan pertemuan dengan bersurat secara resmi ke MWA Unhas.

“Belum ada, sampai sekarang kami masih mencoba menjadwalkan dan melakukan penyuratan untuk diadakan pertemuan,” ujarnya.

Dirinya berharap, pihak MWA memposisikan dirinya sebagai pengawas Rektor hingga pegawai di kampus almamater merah tersebut.

“Harapannya MWA mampu melihat ini dengan menggunakan perspektif sebagai pengawas,” harap Imam yang juga mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhas tersebut.

Lanjut Imam, dirinya menegaskan tetap konsisten pada pernyataan sikap yang telah disampaikan melalui akun instagram resmi @bemunhas_Official.

“Terkait ini (pernyataan sikap) kami sudah menyatakan sikap lewat IG,” tegasnya.

BEM Unhas Pertanyakan

Sebelumnya dikabarkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin (BEM Unhas) mempertanyakan kapan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Independen di PT Vale Tbk.

Hal itu disampaikan melalui akun Instagram resminya @bemunhas_official, pada Ahad, (25/7/2021).

Seperti yang dilansir edunews.id dari akun instagram  tersebut pada Senin (2/8/2021) BEM Unhas menganggap jabatan komisaris polemik dalam dunia pendidikan.

“Sejatinya pendidikan adalah ruang yang jauh dari intervensi oligarki. Intervensi dari pemerintah dapat masuk melalui banyak lubang tikus, posisi komisaris di perusahaan asing memberikan akses pada pemerintah untuk menekan pihak kampus dalam beberapa kebijakan atau upaya pembungkaman terhadap mahasiswa, istilah babak belur di kampus sendiri adalah realitas yang terjadi di Universitas hari ini banyak mahasiswa yang mendapat tekanan secara personal melalui intervensi akademikakademik,” tulis akun bemunhas_official diakun instagramnya.

Akun itu juga menyebutkan bahwa perguruan tinggi adalah lembaga yang mestinya independen dan sebagai wadah pengembangan intelektual.

“Perguruan tinggi sebagai sebuah institusi independen yang merupakan tempat bagi pendidikan kaum intelektual. Sesuai isi tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian,” tulis akun tersebut.

“Menjaga kebebasan intelektual merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan dari proses pendidikan, berkaca pada universitas negeri di AS diwajibkan secara hukum untuk melindungi berbagai pandangan yang dilayangkan warga kampus tanpa diskriminasi berdasarkan keputusan mahkama agung AS tahun 1957,”  lanjut akun tersebut.

Akun instagram tersebut menyebutkan bahwa kebebasan berpendapat merupakan tindakan konstitusional.

“Di Indonesia sendiri kebebasan berpendapat merupakan sebuah tindakan yang dilindungi oleh UUD 1945 namun dalam prakteknya banyak masyarakat dan mahasiswa yang menjadi korban kriminalisasi karna berpendapat,” 

Tangkapan layar akun instagram bemunhas_official.

Mereka juga menyampaikan pernyataan sikap demi menghindari adanya conflict interest dalam mengambil keputusan di lingkup universitas sebagai berikut:

Pertama, meminta Rektor Universitas Hasanuddin mengundurkan diri dari posisi Komisaris Independen di PT Vale Tbk

Kedua, mendesak MWA Unhas mengadakan rapat paripurna untuk membahas pelangaran Statuta Universitas Hasanuddin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top