Kampus

KAHMI FIA UB akan bangun Islamic Center

PENGURUS KAHMI FIA UB MALANG USAI RAPAT RENCANA PEMBANGUNAN ISLAMIC CENTER, JAKARTA, SABTU (12/11/2016)

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Berawal dari keprihatinan akan kecenderungan mandegnya kaderisasi aktivis Islam yang dapat menjadi inspirasi di pentas politik nasional, Korps Alumni HMI (KAHMI) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, tergerak untuk turut berkontribusi memajukan aktivitas ekstra kampus. Konsolidasi tersebut dilaksankan di seputaran Pondok Kopi Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Wilopo, dosen Administrasi Bisnis FIA UB, salah satu penggagas yang didapuk menjadi Ketua panitia menyampaikan, bahwa Islamic Center yang akan dibangun diharapkan menjadi pusat studi.

“Kita gagas nantinya diharapkan dapat menjadi pusat studi kajian Islam dan ke Indonesian, serta aktivitas pengkaderan yang berkelanjutan.

Islamic Center ini diharapkan mulai dibangun pada awal tahun 2017 dengan lokasi di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang,” katanya.Saat ini, aku dia, panitia sedang merampungkan pengadaan tanah yang direncanakan sekitar 600 meter, serta kebutuhan pendanaan untuk membangunnya.

Wignyo Adiyoso, selaku tuan rumah acara yang juga mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa UB tahun 1993-94 menambahkan, bahwa aktivitas ekstra kampus yang diwarnai dengan kajian Islam dari narasumber yang kompeten sangat urgen.

“Sebagai alumni, saya ingin adik-adik HMI dapat berkembang dan dapat mewarnai negeri ini,” katanya.Selain Wignyo Adiyoso, Priyanto yang juga hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa pembangunan Islamic Center dapat menjadi momentum kebangkitan lembaga ekstra kampus untuk berkontribusi positif terhadap kehidupan kampus.

“Mudah-mudahan dapat segera terbangun dan dapat segera dimanfaatkan adik-adik HMI di lingkungan UB,” harap mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa FIA UB 1990-91 ini.

Islamic Center katanya, diharapkan bisa menjadi semacam pesantren mahasiswa yang bertujuan membentuk kader HMI yang Islam rohmatan lilalamin.

“Selain itu, mahasiswa nantinya juga punya jiwa patriot seorang Indonesia sejati,” tegas pria yang kini menjadi pengusaha wahana wisata di Kalimantan Timur itu.

To Top