Kampus

Kredit Pendidikan Jangan Memberatkan Mahasiswa

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pokok pinjaman dan bunga untuk program Kredit Pendidikan harus mencukupi biaya kuliah hingga lulus dan tidak memberatkan mahasiswa. Jika plafon pokok pinjaman di bawah biaya kuliah dan bunganya sama atau bahkan lebih besar dari bunga kredit usaha, maka program tersebut tidak akan menjadi solusi.

Pemerintah dan pihak perbankan harus memiliki skema pembiayaan khusus agar produk kredit pendidikan bisa dimanfaatkan mahasiswa. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menegaskan, pihak perbankan harus menghitung dengan tepat kebutuhan biaya kuliah pascasarjana di semua kampus.

Pasalnya, biaya di setiap perguruan tinggi bervariatif. Menurut dia, program Kredit Pendidikan harus didukung dengan sistem pembiayaan yang khusus. “Kalau tidak cukup (untuk membayar biaya hingga lulus), ya, percuma,” ucap Panut di Kantor Kemenristekdikti, Rabu (21/3/2018).

Panut menjelaskan, biaya paling murah untuk pascasarjana di UGM sekitar Rp 7 juta per semester untuk jenjang S-2, sedangkan untuk jenjang S-3 sebesar Rp 10 juta. Dengan demikian, jika kuliah pascasarjana harus dijalani maksimal selama 4 tahun (8 semester), maka biaya yang dibutuhan hingga lulus mencapai Rp 50-80 juta.

“Jadi memang harus benar-benar dihitung berapa kebutuhan setiap semesternya. Program ini bagus untuk mahasiswa dan kelangsungan budaya riset di kampus,” ujarnya.

To Top