Kampus

Penerimaan Dosen Tetap Non PNS Unhas 2020, Wajib S3 di Luar Negeri

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Universitas Hasanuddin mengumumkan hasil akhir seleksi penerimaan dosen tetap non-PNS tahun 2020. Sebanyak 20 orang dinyatakan memenuhi syarat dan lulus seleksi menjadi dosen tetap Unhas, yang tersebar pada 13 fakultas. Hasil seleksi ini tertuang dalam Pengumuman Nomor 9100/UN4.1/KP.02.00/2020 tertanggal 22 April 2020.

Dari 20 dosen tetap Unhas yang diterima, sebanyak 19 orang memiliki kualifikasi pendidikan Strata Dua (S2), yang berasal dari perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Sementara 1 orang berlatar belakang pendidikan S3 (doktor) dari University of Malaya, Malaysia.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. H. Nasaruddin Salam, MT, mengatakan bahwa seleksi yang dilakukan berdasarkan pada pertimbangan kualifikasi dan kompetensi. Setiap peserta disaring mulai dari tahapan seleksi berkas, ujian tulis, micro-teaching atau praktek mengajar, dan wawancara.

“Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, dosen yang diterima ini cukup variatif, baik jenjang S1 maupun S2-nya. Seluruhnya dari universitas bereputasi, bahkan ada yang dari University of Birmingham, Inggris. Bahkan ada juga yang dalam waktu dekat ini akan menyelesaikan S3-nya,” kata Prof. Nasaruddin.

Ada 6 orang dosen baru yang diterima memiliki pendidikan S1 dan S2 di Unhas. Kepada mereka ini diwajibkan untuk mempersiapkan diri agar menempuh pendidikan S3 di luar negeri, atau minimal pada perguruan tinggi dengar reputasi tinggi yang ada di Pulau Jawa. Mereka wajib membuat pernyataan tertulis terkait komitmen lanjut studi sebagai bagian dari kelengkapan berkas.

“Unhas mempunyai ketentuan mengenai dosen yang akan lanjut S3. Ada edaran Rektor pada tahun 2018 lalu yang menyebutkan bahwa dosen Unhas yang berusia dibawah 40 tahun tidak diperkenankan lanjut studi S3 di Unhas. Sementara yang berusia di atas 40 tahun, syarat untuk lanjut studi S3 di Unhas adalah pernah menempuh S1 atau S2 di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Jadi kalau S1 dan S2 di Unhas, apalagi usianya masih dibawah 40 tahun, maka wajib S3 di luar negeri atau di kampus bereputasi tinggi di dalam negeri,” kata Prof. Nasaruddin.

Kebijakan ini merupakan langkah strategis Unhas untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen. Dengan memiliki pengalaman belajar di luar negeri atau di perguruan tinggi terkemuka, diharapkan dosen-dosen memiliki wawasan dan cara pandang yang lebih maju dan terbuka. Hal ini akan memperkaya proses akademik di Unhas.

Dosen tetap Non PNS Unhas yang baru diterima selanjutnya diminta melakukan pemberkasan. Dokumen-dokumen yang disyaratkan wajib dikirim secara online paling lambat tanggal 29 April 2020. Jika tidak melengkapi berkas hingga tanggal tersebut, yang bersangkutan dinyatakan gugur dan dianggap mengundurkan diri.

Kebijakan pemberkasan online ini juga merupakan bagian dari respon Unhas dalam masa pandemik Covid-19.

Dosen tetap Non PNS Unhas yang diterima akan ditempatkan pada 20 program studi yang tersebar pada 13 fakultas, yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Farmasi (masing-masing menerima 2 orang dosen).

Sementara Fakultas Hukum, FISIP, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kehutanan, Fakultas Keperawatan, dan Sekolah Pascasarjana masing-masing menerima 1 orang dosen.

 

 

 

(*/ir)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top