Kampus

STIT Muhammadiyah Gelar Seminar Nasional Pendidikan

TANJUNG REDEB, EDUNEWS,ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Tanjung Redeb, menggelar Seminar Nasional Pendidikan dengan tema ‘Sekolah Bukan Hanya di Sekolah’. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Grand Parama Hotel, Minggu (29/1/2017). Acara yang menghadirkan pemateri dari Jogjakarta, dan dibuka oleh Bupati Berau Muharram, itu diikuti sekitar 200 peserta.

Ketua Panitia Pelaksana, Sufran mengatakan, seminar ini bertujuan untuk mempererat persaudaran mahasiswa STIT terhadap dosen. Selain itu, juga untuk menambah wawasan tetang pendidikan, bahwa belajar bukan hanya di dalam kelas akan tetapi belajar bisa di mana saja.

Lanjutnya, dengan seminar ini diharapkan dapat membantu mutu pendidikan di kampus. Apalagi STIT Muhammadiyah telah mendapatkan akreditasi B untuk Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris swasta se Kalimantan.

“Untuk kampus swasta, jurusan Bahasa Inggris STIT jadi yang terbaik di Kalimantan dengan akreditasi B. Dan memang yang lainnya hanya mendapatkan C,” ungkap Sufran.

Selain seminar, juga ada Upgrading of English yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris, kemudian menambah wawasan lebih cepat daripada duduk di bangku sekolah.

“Dengan upgrading dua minggu bisa menghafal 700 kosa kata. Untuk upgrading akan digelar dua minggu,” ungkapnya.

Sementara itu, pemateri Prof DR I Nyoman Sudana Degeng M.Pd dari UIN Malang, mengungkapkan tujuan dari seminar untuk membangun wawasan baru bahwa belajar itu tidak harus di sekolah. Menurutnya semakin berkembangnya zaman maka harus semakin maju juga pendidikan, sekarang sudah berkembang strategi baru yaitu strategi kontekstual.

“Di mana ketika anak bisa belajar dalam konteksnya itu memberikan hasil yang lebih bagus, daripada mereka belajar di sekolah dengan menghafal dan mengingat tetapi dia tidak tahu konteksnya bagaimana,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Berau Muharram, bersyukur dan cukup mengapresiasi gagasan dan ide acara yang dilaksanakan. Menurutnya, jika ingin maju dalam pendidikan harus sering mengadakan seminar dan mengundang pakar-pakar yang ada. Dirinya juga mengapresiasi pengelola STIT atas usaha dan kerja kerasnya dengan memenuhi semua persyaratan karena STIT saat ini sudah terakreditasi B.

“Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk kedepannya, yang pertama tidak seimbangnya antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan daya serap tenaga kerja. Ini adalah tantangan kita bersama,” terangya.

Bukan berarti mereka yang telah lulus sarjana, mereka langsung dapat menjadi guru sebab jika ada penerimaan dua guru maka lihatlah yang mendaftar pasti ratusan,” sambung Muharram

To Top