EDUNEWS

10 Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik, Indonesia?

Ilustrasi Kondisi Pendidikan di Indonesia

EDUNEWS.ID-Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang bisa meningkatkan kesejahteraan suatu negara. Dalam hal ini, kualitas pendidikan tiap negara bisa ditentukan dari survei global.

Pemeringkatan tersebut dihimpun pada tahun 2021 dan dibentuk oleh unit perusahaan komunikasi dan The Wharton School dari University of Pennsylvania.

Dilansir dari laman US NEWS, penelitian dilakukan dengan survei lebih dari 17.000 warga global dari empat wilayah untuk menilai persepsi dari 78 negara pada 76 metrik yang berbeda.

Lantas negara mana yang menempati posisi pertama? Berikut daftar negara dengan kualitas pendidikan terbaik menurut US NEWS.

Baca juga : Hasil Survei, Mahasiswa Dukung Keberlanjutan Program Kampus Merdeka

10 Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik :

1. Amerika Serikat
Selama dua tahun berturut-turut, Amerika Serikat tetap menjadi negara terbaik No. 1 untuk pendidikan. Sistem pendidikan publik di AS sebagian besar didanai melalui pajak properti federal dan negara bagian.

Siswa maju melalui 13 kelas, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah, dan sekitar 70% siswa yang lulus melanjutkan ke pendidikan tinggi, menurut Pusat Statistik Pendidikan Nasional Amerika Serikat.

2. Inggris
Sekolah di Inggris adalah wajib dari usia 5 hingga 16 tahun, seiring kemajuan siswa melalui empat tahap utama kurikulum nasional.

Kesenjangan antara sekolah menengah modern yang dirancang untuk profesional perdagangan dan sekolah tata bahasa untuk studi klasik menyebabkan terciptanya sekolah komprehensif yang lebih seragam, meskipun administrasi program berbeda di setiap daerah.

Siswa memiliki nilai rata-rata matematika, sains, dan membaca pada Program Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk Penilaian Siswa Internasional.

3. Jerman
Konsep TK, atau transisi prasekolah sebelum pendidikan wajib, diperkenalkan di Jerman. Istilah ini diciptakan oleh tokoh pendidikan anak asal Jerman, Friedrich Froebel pada tahun 1840.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di empat kelas, siswa Jerman disarankan untuk mengambil salah satu dari tiga jalur sekolah menengah berdasarkan prestasi akademik: gimnasium untuk mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi “Realschule,” atau sekolah menengah , untuk karir kerah putih; dan “Hauptschule,” atau sekolah umum, adalah untuk profesi perdagangan.

Skor pada Program untuk Penilaian Mahasiswa Internasional berada di atas rata-rata dan terus meningkat, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan.

4. Kanada
Pendidikan dasar dan menengah di Kanada gratis dan wajib bagi anak-anak yang dimulai dari kelas satu, biasanya pada usia 5 atau 6 tahun.

Konstitusi mendelegasikan wewenang sekolah ke setiap provinsi, tetapi kurangnya struktur pendidikan terpusat tidak terbukti merugikan.

Siswa Kanada mendapat nilai di atas rata-rata pada Program OECD untuk Penilaian Siswa Internasional. Quebec mengharuskan siswa untuk menyelesaikan dua tahun di sekolah profesional khusus sebelum masuk universitas, tetapi sebaliknya, standar umumnya sebanding.

5. Prancis
Pendidikan di Prancis didasarkan pada kurikulum nasional dan diwajibkan dari usia 6 hingga 16 tahun, meskipun sebagian besar siswa menghadiri bentuk prasekolah dan banyak yang melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Filsafat memainkan peran utama di negara asal Voltaire, Descartes dan para pemimpin pemikiran bersejarah lainnya.

Setiap tahun, siswa sekolah menengah yang lulus mengambil baccalauréat, kualifikasi akademik yang diperlukan untuk mencari studi di universitas.

Baca juga : Surat Edaran Kemendikbudristek untuk Institusi Pendidikan Jelang Libur Nataru

6. Swiss
Melansir laman lembaga pendidikan EF (ef.co.id), negara dengan pendidikan terbaik lainnya adalah Swiss. Di Swiss, hanya 5% anak-anak yang pergi belajar di sekolah swasta dan 95% lainnya belajar di sekolah negeri.

Siswa dan siswi di Swiss yang belajar di sekolah negeri akan serentak mempelajari hal yang sama sampai lulus sekolah dasar.

Baru setelah memasuki sekolah menengah, para pelajar akan dikelompokkan berdasarkan minat dan bakat agar bisa lebih fokus belajar.

7. Jepang
Jepang menjadi salah satu negara Asia dengan pendidikan terbaik. Sama halnya dengan sistem pendidikan di Indonesia, anak-anak di Jepang juga harus menghabiskan waktu enam tahun untuk pendidikan SD, tiga tahun untuk pendidikan SMP, dan dilanjutkan dengan tiga tahun pendidikan SMA.

Perbedaannya terletak pada fakta bahwa negara Sakura ini memiliki kualitas terbaik dalam pendidikan matematika, sains, dan literatur.

Di Jepang, pendidikan menengah ke atas tidak diwajibkan. Akan tetapi, minat belajar warga Jepang yang tinggi membuat hampir 98% penduduknya menyelesaikan pendidikannya hingga tamat SMA.

8. Australia
Dengan 26 juta jiwa penduduknya, Australia menjadi salah satu negara makmur dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Tak jauh berbeda dengan di Indonesia, di Australia, anak yang telah berusia 6 tahun diwajibkan mengikuti jenjang pendidikan di sekolah dasar.

Jenjang pendidikan menengah juga diwajibkan bagi seluruh warga negara yang telah menempuh pendidikan dasar. Biasanya, anak berusia 6-16 tahun akan duduk di bangku sekolah pada tahun pertama sampai tahun kesembilan atau sepuluh.

9. Swedia
Sistem pendidikan dasar di Swedia dibagi menjadi 4 tingkatan atau jenjang sekolah. Anak berusia 1-5 tahun dapat mengikuti program prasekolah.

Setelah itu, anak-anak dapat bersekolah di jenjang berikutnya yang bernama forskoleklass, yakni jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Setelahnya, siswa siswi dapat menempuh sekolah menengah (mellanstadiet) dan sekolah menengah pertama atau hogstadiet.

Faktanya, setelah sekolah wajib dikuasai, hampir semua warga Swedia akan melanjutkan studi sesuai dengan jurusan atau bidang profesionalisme masing-masing.

Dengan acuan standar yang jelas dan baku, pemerintah Swedia dapat dengan ketat menjaga dan mengontrol kualitas pendidikan mereka di mata dunia.

10. Belanda
Negara kincir angin tidak bisa dilewatkan sebagai negara dengan pendidikan terbaik di Eropa. Masih melansir laman ef.co.id, anak-anak di Belanda terhitung sebagai anak-anak paling bahagia di dunia.

Hal itu karena para pelajar di Belanda tidak diberikan banyak pekerjaan rumah hingga memasuki sekolah menengah.

Bahkan, anak-anak di negara tersebut dilaporkan tidak merasakan stres atau tekanan dari pihak sekolah sehingga mereka justru senang pergi bersekolah.

Di negara tersebut, pendidikan terbagi oleh sekolah keagamaan dan sekolah negeri biasa. Sedangkan jumlah sekolah swasta tergolong sangat sedikit.

sumber : detik.edu

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com