Pendidikan

372 orang di Solo masih Buta Aksara

ILUSTRASI

SOLO, EDUNEWS.ID – Menurut data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo bekerja sama dengan Kelompok Kerja (Pokja) Tim Penggerak PKK Kota Solo, sebanyak 372 orang di Solo masih buta aksara. Jumlah tersebut diakui sudah jauh menurun bila dibandingkan 2008 yang mencapai 3.460 orang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikpora Solo, Tri Budi Santoso, warga yang tercatat masih buta aksara tersebut berada di rentang usia 15 tahun hingga 59 tahun dengan berbagai macam latar belakang.

“Warga tersebut ada yang memang tidak sekolah sama sekali, ada juga yang dulu sudah sekolah dan mengenal keaksaraan dasar, tapi karena putus sekolah, sehingga tidak memperlajari aksara lagi dan tidak pernah dipraktikkan sehingga lupa,” terang Tri Budi, kemarin (2/11/2016).

Melalui Program Keaksaraan yang dilaksanakan pemerintah, Tri Budi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan segenap pihak, di antaranya Tim Penggerak PKK Kota Solo untuk menuntaskan permasalahan buta aksara itu.

Langkah yang telah dilakukan, di antaranya dengan merekrut tutor keaksaraan untuk masing-masing kelurahan.

“Ada 51 tutor keaksaraan yang sudah kami rekrut yang akan diberi tugas memberikan tutorial kepada warga buta aksara di masing-masing wilayah kelurahan di Solo,” ungkapnya.

Menyusul perekrutan tutor tersebut, dia mengatakan telah dilaksanakan pendidikan dan latihan (diklat) tutor. Tri Budi menjelaskan, bimbingan belajar yang diberikan tutor kepada warga buta aksara ini berbeda dengan pembelajaran di sekolah pada umumnya.

“Ada metode tersendiri dalam pembelajaran di Program Pendidikan Keaksaraan ini. Misalnya, para peserta program diajak memasak, bumbu-bumbu ditulis pada resep masakan tersebut, kemudian takaran, lalu harga bahan masakan yang digunakan. Dari situ peserta bisa belajar membaca, menulis, dan berhitung,” terangnya.

To Top