Pendidikan

Anak Si Penjual ‘Coet’ ini Dapat Beasiswa Perguruan Tinggi

BANDUNG, EDUNEWS.ID – Di tengah kemelut proses hukum yang menimpanya, Tajudin si penjual coet (cobek) asal Kampung Pojok, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat seolah mendapatkan angin segar. Bukan soal kasus hukumnya, melainkan lantaran anak pertamanya, Lilis Suryani (18) mendapatkan beasiswa ke salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung.

Beasiswa itu diberikan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Barat Doddy Imron Cholid yang menyambangi kediaman Tajudin, Senin (23/1/2017). Mendengar kabar ini, keluarga Tajudin tak kuasa menahan tangis dan haru, terutama Lilis yang menerima beasiswa tersebut.

Pemberian beasiswa tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Doddy, hal itu salah satu bentuk dukungan partainya terhadap keluarga Tajudin di tengah proses hukum yang kini masih dijalaninya.

“Saya yakin Pak Tajudin ini tidak bersalah. Justru dia membantu ekonomi keluarga tetangganya yang ingin ikut berdagang bersamanya. Namun, ini malah dipandang eksploitasi anak,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tajudin divonis bebas dari tuduhan eksploitasi anak setelah menjalani masa tahanan selama 9 bulan di Tangerang. Namun, jaksa mengajukan kasasi terhadap Tajudin lantaran tidak puas dengan putusan hakim.

Terkait dengan kasus ini, Doddy mengungkapkan, partainya akan mendukung dan melakukan pendampingan terhadap proses hukum Tajudin. Ia juga meminta agar aparat penegak hukum tidak mempersulit proses hukumnya.

“Pak Tajudin ini membutuhkan perhatian kita bersama. Dia hanya berupaya menolong orang lain dan membantu ekonomi mereka,” ujar Doddy.

Selain memberikan dukungan dan pendampingan hukum, lanjut Doddy, pihaknya menjamin pendidikan putri pertama Tajudin, yaitu Lilis untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Saat ini, Lilis duduk di bangku kelas XII SMK di Padalarang.

Pemberian beasiswa itu, menurut Doddy, diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya di sekitar tempat tinggal Tajudin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Diketahui, masyarakat di Kampung Pojok tempat tinggal Tajudin banyak yang putus sekolah. Bahkan, hanya sekolah sampai SD dan SMP.

“Apalagi, Lilis ini siswa yang berprestasi. Nilainya rata-rata 80. Ia ingin jadi sarjana komputer dan ingin agar pendidikannya lebih baik dari ayahnya yang hanya tamatan SD. Saya kira, siapa pun akan tergerak untuk memajukan pendidikan keluarga dan kampung ini,” ujar Doddy.

Lilis yang mendapatkan beasiswa itu tak kuasa menahan tangis. Ia yang kini mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan di SMK memang berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, rencananya saya ingin ngambil jurusan komputer jaringan,” katanya.

Sementara soal kasus hukum yang menimpa ayahnya, Lilis mengungkapkan, dirinya yakin orang tuanya itu tidak bersalah. Ia mengaku tak mau lagi berpisah dengan ayahnya akibat hukuman yang seharusnya tidak dijalaninya.

“Sedih sekali kalau harus berpisah lagi, kasihan ibu. Saat Bapak dipenjara aja ketemu hanya sekali pas Lebaran. Saya yakin Bapak tidak salah,” ucap Lilis.

Sementara itu, Tajudin bersyukur lantaran mendapat perhatian dari berbagai pihak. Ia pun mengaku bahagia atas bantuan dan support yang telah diberikan Doddy yang bukan hanya untuk dirinya bahkan untuk anaknya juga yang didukung untuk melanjutkan sekolahnya hingga ke perguruan tinggi.

“Saya merasa bahagia sekali, tentu saja saya ingin anak saya sekolah yang tinggi tidak seperti saya yang hanya sampai SD, saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang udah membantu saya, juga warga saya,” katanya.

 

Sumber : Pikiran Rakyat

To Top