Pendidikan

DPR minta Organisasi Profesi Guru Usulkan ‘Grand Design’ Pendidikan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih

TEGAL, EDUNEWS.ID – Organisasi profesi guru diminta untuk mengusulkan kepada pemerintah pengelolaan secara umum grand design tentang pendidikan nasional. Sebab saat ini pemerintah seperti mengalami kesulitan dalam merumuskan model yang tepat bagi pendidikan di tanah air.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih mengatakan hal itu dibuktikan dengan tidak konsistennya kurikulum yang silih berganti sesuai dengan pergantian menteri. Hal tersebut menandakan pemerintah Indonesia belum memiliki konsep pendidikan yang berkelanjutan.

“Kami mengajak teman-teman guru yang tergabung dalam organisasi apapun, PGRI atau PGSI atau yang lainnya, ikut bantu kami untuk merancang konsep pendidikan berkelanjutan, Grand Design. Jadi nanti bisa kita sampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Fikri, Rabu (9/11/2016).

Menurut Fikri, peran praktisi pendidikan dalam hal ini adalah guru, sangat penting untuk dirumuskan dan disampaikan kepada pemerintah. Sehingga grand design pendidikan tidak hanya sebatas wacana yang tercatat di dalam kurikulum, tetapi bisa diterapkan oleh penyelenggara pendidikan dan guru.

Lebih lanjut ia menjelaskan, konsep pendidikan Indonesia seharusnya disesuaikan dengan tujuan negara. Sehingga, pendidikan tidak hanya menjadi sebuah solusi untuk mengembangkan kesejahteraan, tetapi juga membantu untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Gunanya guru-guru menyampaikan rumusan pendidikan adalah untuk nantinya konsep pendidikan itu bisa diterapkan. Tidak sebatas administratif, tapi benar-benar dengan hati,” jelasnya.

Ketua (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) (PGSI) Jawa Tengah Muhammad Zen menyampaikan, yang merasakan dan menjalankan konsep pendidikan adalah Guru. Oleh karena itu, PGSI siap untuk membantu pemerintah untuk membuat grand design bersama dengan elemen lainnya.

“Yang kita takutkan saat ini, guru sudah tidak fokus dengan bagaimana muridnya, karena disibukkan dengan administratif. Kita mengkhawatirkan konsep pendidikan ini tidak ditangani oleh orang-orang yang memang fokus dalam dunia pendidikan. Padahal mendidik itu bukan administratif, tapi hati kepada murid,” kata Zen.

To Top