Pendidikan

Kemendikbud Benarkan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Sabtu (10/3/2018), 11 persen dari 7 juta penganggur di seluruh indonesia adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Prosentase tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan dari SD, SMP, SMA umum, Diploma, bahkan sarjana. Pada rilis Februari 2017, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) SMK masih berada di angka 9,2, lantas pada survey Agustus 2017, jumlahnya meningkat menjadi 11,41 persen.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kemendikbud, M Bakrun membenarkan data BPS tersebut. Namun ia meyakinkan bahwa sampai saat ini perbaikan-perbaikan terus dilakukan.

“Data BPS tidak bisa langsung diubah, karena yang di survei lulusan SMK yang usianya 15 sampai 55 tahun,” katanya, Ahad (11/3/2018).

Memang, Bakrun mengakui bahwa sejak awal lulusan SMK dipersiapkan utk bekerja. Namun menurutnya tidak boleh dilupakan bahwa saat ini juga terjadi banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kemungkinan itu penyebab nya juga, karena yang kami survei, penganggur lulusan SMK 55%pernah bekerja,” jelas Bakrun.

Sistem ketenagakerjaan yang ada saat ini, kata Bakrun belum mensyaratkan bahwa orang yang bekerja harus punya sertifikat /kompetensi tertentu. Jenis pekerjaan masih bisa diisi oleh semua yg jenis lulusan.

“Selain itu peta kebutuhan tenaga kerja juga belum terlihat dengan jelas. Maka sekarang kita mencoba mengarahkan siswa-siswa SMK untuk mengembangkan wirausaha,” pungkas Bakrun.

To Top