Pendidikan

Ponpes Dinilai sebagai Alternatif Pendidikan Terbaik

ILUSTRASI PONDOK PESANTREN

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pendidikan di pesantren merupakan alternatif terbaik saat ini. Meski sebagai lembaga dakwah dan pendidikan, pesantren sangat mungkin memberikan kompetensi keterampilan lain.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulisnya menyatakan para santri sangat mungkin diberi tambahan kompetensi berupa keterampilan lain atau keterampilan khusus karena sistem pendidikan di pesantren berlangsung 24 jam.

Tambahan kompetensi keterampilan itu sangat penting sebab tidak semua lulusan pesantren menjadi ulama atau ustaz.

“Mereka bisa dibekali dengan beragam keterampilan seperti agrobisnis, teknologi informasi (TI), dan kemaritiman,” katanya.

Dalam upaya mewujudkan pendidikan tambahan itu, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, pesantren harus merevitalisasi diri menjadi pendidikan yang cocok dengan industri.

Kedua, pesantren harus bisa bersinergi dengan lembaga keuangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal agar bisa membaca ke mana arah investasi sehingga bisa menyiapkan SDM ke arah itu.

Sementara itu, dari sisi kebijakan, Kementerian Agama harus bekerja sama dengan kementerian lainnya dalam mengembangkan pesantren.

Dikemukakan, saat ini jumlah pesantren secara nasional mencapai 28.961 dengan 322.328 tenaga pendidik dan 4.028.660 peserta didik atau santri.

Dari jumlah itu, sebanyak 15.057 (51,9%) hanya menyelenggarakan pengajian kitab (tradisional), sedangkan sisanya, 13.904 (48.01 persen), selain menyelenggarakan pengajian, memberikan layanan pendidikan lain (modern).

Yang menarik, ujar Kamaruddin, identitas kesantrian berupa kopiah dan sarung bukan lagi merupakan identitas marginal, melainkan sudah menjadi komunitas yang bergengsi.

To Top