Pendidikan

Warga Air Bini Batam minta Pemda Adakan Program Paket C

ILUSTRASI ujian pake c

BATAM, EDUNEWS.ID – Sejumlah remaja yang ada di desa Air Bini kecamatan Siantan Selatan menginginkan agar di desa mereka diadakan lagi kegiatan kejar paket C atau sederajat dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pasalnya masih banyak pemuda di desa tersebut belum mengenyam pendidikan yang memadai.

Salah seorang remaja putri asal Air Bini Liawati, mengatakan jika saat ini dirinya dan belasan remaja desa Air Bini ingin merasakan pendidikan setingkat SLTA. Gadis yang kerap disapa Lia, itu mengaku sangat membutuhkan ijazah setingkat SLTA meski hanya dari paket C

“Masih banyak pak bupati, ada sekitar belasan remaja yang ingin ikut kejar paket C. Saya butuh ijazah itu, meski hanya ijazah paket C, kita juga ingin melanjutkan sekolah,” ungkap Liawati ketika ramah tamah dengan Bupati kepulauan Anambas Abdul Haris dan sejumlah Kepala SKPD hingga instansi vertical di aula kantor Camat Siantan Selatan Selasa (17/1/2017).

Diakuinya memang pernah ada kejar paket C, namun itu di desa lain. Kalau di desa Air Bini belum pernah ada.

“Kemarin ada tapi di kecamatan Siantan Timur, jadi kalau kita ikut kesana terlalu jauh,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Anambas Andi Agrial, belum dapat menjelaskan secara gamblang pasalnya pihaknya baru bertugas sekitar dua minggu. Namun dirinya akan tetap mencari jalan keluar mengenai masalah tersebut.

“Untuk kejar paket C ini sekarang sudah tidak ada karena di pemerintah daerah sekarang ini tidak ada bidang Pendidikan Menengah dan Tinggu (Dikmenti). Jadi kita akan pelajari dulu,” jelas Andi kepada Lia dan masyarakat lainnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan jika di Anambas saat ini yang ada hanya kejar paket A dan B. Sementara itu untuk kejar paket C itu sekarang sudah merupakan wewenang Provinsi. Namun demikian dirinya memerintahkan kepada Andi Agrial untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah Privinsi.

“Kepada Kepala Dinas Pendidikan agar berkoordinasi kepada pemprov, tanyakan masalah paket ini, apakah boleh diadakan di daerah atau tidak,” ungkap Haris kepada Andi.

To Top