Inovasi

Berhasil Ciptakan Sepeda Listrik dan Motor Trail, SMK Pemuda 3 Kesamben Rancang Mobil Shuttle

BLITAR, EDUNEWS.ID – Indonesia di sektor otomotif kini memang masih menjadi konsumen dengan belum mampunya negara ini memproduksi mobil sendiri secara masal dan dipasarkan dalam jumlah ratusan hingga jutaan unit.

Namun, meski belum bisa menyaingi tetangga sebelah seperti Malaysia yang sudah memiliki brand mobil nasional seperti Proton, akan tetapi Indonesia ternyata sudah mulai memproduksi mobil nasional meski komponennya sebagian masih diimpor dari negara lain.

Yang patut menjadi kebanggaan adalah langkah membuat mobil nasional ini sudah marak dilakukan anak bangsa sejak bangku sekolah menengah ke atas atau menengah kejuruan.salah satunya dilakukan SMK Pemuda 3 Kesamben yang tengah merancang mobil Shuttle.

“Mobil ini dibuat oleh siswa teknik kendaraan ringan dan teknik permesinan, saat ini mereka sedang merancang bodi dibawah arahan dan bimbingan tim kreatif,” kata Kepala Sekolah SMK Pemuda 3 Kesamben, Dr.H Hadi Siswanto, MM, kemarin (31/10/2016).

Ditambahkan Hadi, mobil ini berisi 10 sampai 12 penumpang dan akan dioperasikan di Kampung Wisata Ekologis Puspa Jagad, Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. pendanaan pembuatan kendaraan ini SMK Pemuda 3 Kesamben bekerjasama dengan Bank Jatim.

“Diharapkan satu bulan kedepan mobil ini sudah selesai pengerjaanya, kami tekankan kepada siswa untuk membuat karya teknologi yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” imbuhnya.

Kegiatan ini digagas Hadi sebagai bentuk kegiatan kewirausahaan  sekaligus sebagai alternative penempatan lulusan, disamping SMK Pemuda 3 Kesamben juga menyalurkan lulusan ke beberapa perusahaan.

“Kami ingin lulusan juga mampu untuk bekerja secara mandiri. Jika mereka tidak berminat bekerja di perusahaan, mereka bisa kerja mandiri dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkap pria yang juga Rektor Unisba Blitar ini.

Ditambahkan Hadi, kelas wirausaha di SMK Pemuda 3 Kesamben bukan kelas kewirausahaan. Akan tetapi merupakan kelas gabungan dari beberapa jurusan.

“Mereka yang berminat masuk kelas wirausaha akan dikelola secara khusus dalam rangka menciptakan siswa yang mampu usaha mandiri. Sehingga yang masuk kelas wirausaha adalah siswa yang ingin bekerja mandiri setelah lulus,” jelasnya.

Lebih lanjut Hadi Siswanto menyampaikan, sebelumnya pada bulan Agustus kemarin, siswa SMK Pemuda 3 Kesamben telah berhasil menciptakan sepeda bermesin dan motor trail  yang saat ini digunakan oleh beberapa desa wisata sebagai kendaraan penarik wisatawan.

“Untuk motor trail sudah digunakan di desa wisata wilayah pegunungan seperti di Puspa Jagad, dan Kampung Anggrek Desa Sempu Kabupaten Kediri,” tutupnya.

To Top