SEKOLAH

Kepsek SMAN 13 Depok Bantah Lakukan Pungli

DEPOK, EDUNEWS.ID – Kepala Sekolah SMAN 13 Depok Mamad Mahpudin membantah tuduhan praktik pungutan yang memberatkan para orangtua siswa. Mahmad mengaku tidak pernah mendapat pengaduan dari guru yang bernama Andika Ramadhan Febriansah tentang adanya pungutan terhadap siswa. Namun hanyalah sebatas permasalahan fotokopi. Mahmad mengklaim, urusan uang fotokopi yang dipungut guru itu telah selesai. Sementara mengenai uang studi tur, sekolah tak pernah mewajibkannya.

“Untuk studi tur di sini pasar bebas, yang mau ikut, ada tugasnya, yang tidak mau ikut, observasi di Depok. Tidak wajib,” ucapnya beberapa waktu yang lalu.

Sedangkan biaya seragam diajukan sendiri oleh orangtua siswa. Mamad Mahpudin pun menampik pemecatan Andika. ‎Dia mengklaim, Andika hanya dipindahkan ke tenaga perpustakaan guna menyelamatkan skripsinya.

“Kalau terus-terusan mengajar, keasyikan kan ada kadaluarsanya, ‎apalagi UNJ (Universitas Negeri Jakaarta), saya tahu ketat. Akhirnya pihak kampus bisa mengeluarkan dia dari kuliah. Untuk mengantisipasi itu, semester kedua ini saya alih fungsikan,” ucap Mamad.

Menurutnya, SK mengajar Andika juga telah berakhir pada Desember 2016. Meski demikian, Mamad mengakui sudah menyalahi aturan karena menerima pengajar yang belum rampung kuliah.

“‎Dari pada tidak ada yang mengajar, tidak ada lagi. Karena guru yang sudah diplot itu kan pindah ke SMA 1 sedangkan saya mencari yang SI tidak ada,” kata Mamad.

Dia pun menampik ingin membubarkan kelompok diskusi Studi Merdeka. Mamad hanya meminta para siswa tak menambahkan embel-embel SMAN 13 di nama kelompok diskusi itu. Hal senada dilontarkan ‎Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum Rakhmat Fauzi.

“Untuk metode (belajar), saya tidakmasalah tetapi esensi isinya yang saya pertanyaan karena tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum,” ucap Rakhmat.

Dia mempertanyakan pula sikap Andika yang tak menggelar ulangan namun memberikan nilai dari tugas resume film yang ditonton siswa.

To Top