SEKOLAH

SD Negeri di Tasikmalaya Rusak Berat

Kondisi atap SD Negeri Karangdan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya terlihat rusak

TASIKMALAYA, EDUNEWS.ID – Kondisi ruangan kelas SD Negeri Karangdan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya masih memprihatinkan. Selain, mayoritas ruangan kelas dalam kondisi rusak berat dan rusak total, beberapa sekolah juga masih kekurangan ruang kelas.

Seperti yang dilansir Pikiran Rakyat, kemarin (1/11/2016), hampir mayoritas kelas di SD tersebut mengalami kerusakan dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari atap yang bocor, jendela yang pecah, hingga lantai yang mengelupas. Ruangan yang rusak tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar 328 siswa atau sekitar 12 rombongan belajar.

Kepala SD Negeri Karangdan Usep Saepuloh saat dijumpai PR di kantornya mengungkapkan, dari enam ruang yang rusak, dua di antaranya sudah diperbaiki oleh Pemkab Tasikmalaya menggunakan dana alokasi khusus. Ruangan rusak lainnya tetap digunakan meskipun kegiatan belajar mengajar dihentikan jika hujan deras melanda. Selain perbaikan ruangan, Usep menilai kebutuhan ruang kelas di sekolahnya cukup mendesak.

“Kita ada 12 rombel, satu kelas yang idealnya 1 rombel, dipakai 2 rombel. Sekarang juga siswa tiga kelas harus mengungsi ke madrasah, karena kami memang tidak memiliki ruang lagi,” ucap Usep.

Menurut Usep, di antara SD di Kecamatan Padakembang, kondisi SD Karangdan yang paling memprihatinkan. Selain minim ruang kelas, SD Karangdan juga tak memiliki sarana belajar yang representatif mulai dari perpustakaan, sarana pendukung teknologi seperti komputer dan in focus. Usep pun berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk membangun ruang kelas baru di SD N Karangdan agar kegiatan belajar mengajar lebih efektif.

“Dengan murid yang banyak, sebenarnya kami butuh RKB, tetapi lahannya terbatas. Solusinya pembangunan dua lantai. Mudah-mudahan saja pemerintah bisa memberikan bantuan supaya kualitas pendidikan di sini lebih meningkat,” kata Usep.

Dijumpai terpisah, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Asep Ahmad Sidik menyebutkan, data kasar kebutuhan RKB SD di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 419. Sementara tahun ini, pendirian RKB hanya mencapai 6 RKB.

“Data itu berupa usulan dari sekolah dan baru hitungan kasar. Kami belum lihat kondisi riil di lapangan seluruhnya. Kalaupun dilakukan akan membutuhkan waktu yang berbulan-bulan,” ucap Asep.

Menurut Asep, kebutuhan RKB di masing-masing wilayah di Kabupaten Tasikmalaya berbeda-beda. Fluktuasi penduduk di Tasikmalaya juga berperan penting pada kebutuhan RKB, sehingga jumlah kebutuhan RKB tidak dapat dipastikan.

“Kebutuhan RKB harus dihitung lagi, jika dibandingkan antara rombel danj jumlah kelas sudah seimbang, tergantung wilayahnya. Ada yang tahun ini wilayahnya kekurangan rombel, tahun depan cukup, karena siswa SD nya berkurang,” ucap Asep.

Lebih lanjut, Asep mengatakan, meskipun data kebutuhan RKB perlu disurvey ulang, setiap tahun, Disdik Kabupaten Tasikmalaya selalu mengusulkan penambahan RKB ke pemerintah pusat. Pihaknya tidak dapat memastikan berapa RKB yang dapat terealisasi, karena kebijakan anggaran ditentukan oleh pemangku kebijakan antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Tasikmalaya.

“Setiap tahun kami ini mengusulkan 419 kebutuhan RKB itu, tetapi kita kan tidak bisa menentukan, berapa yang bisa direalisasikan. Usulan itu disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ucap Asep.

Prinsip perbaikan kelas rusak juga serupa dengan penambahan RKB. Asep merinci saat ini terdapat kurang lebih 2.115 ruang kelas SD rusak dengan rincian 759 rusak sedang (kerusakan 30-44 persen), 744 rusak berat (kerusakan 45-65 persen) dan 612 rusak total (kerusakan lebih dari 65 persen).

Usulan perbaikan ruang kelas SD, kata Asep, disesuaikan dengan alokasi anggaran yang ada.

“Tahun depan kita baru usulkan 189 perbaikan ruang kelas dengan kategori rusak berat. Kalau rusak total sulit direhabilitasi, kecuali dibangun lagi,” kata Asep.

To Top