JABODETABEK

Pedagang Blok G Menolak Pindah, Sandi Mengaku Sosialisasi belum Selesai

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Rencana relokasi pedagang tanah abang yang berada di Blok G menyusul rencana pembongkaran dan penataan kawasan Tanah Abang tahap kedua mengalami kendala. Pedagang Pasar Tanah Abang yang berada di Blok G diketahui menolak untuk direlokasi ke Blok F.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut sudah berdiskusi dengan Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin. Menurutnya, penolakan para pedagang ini disebabkan sosialisasi yang belum tuntas kepada mereka.
“Saya sudah diskusi dengan Pak Arief Nasrudin. Pak Arief bilang sosialisasinya belum tuntas. Nanti akan dituntaskan kembali,” ujar Sandi di Balai Kota, Sabtu (21/4/2018).
Sandi menyatakan, kendala terjadi akibat hanya sebagian dari pedagang yang mendapat sosialisasi. Selain itu, miskomunikasi juga disebut sebagai penyebab terkendalanya relokasi tersebut.
Sandi sendiri sudah meminta Dirut PD Pasar Jaya untuk mendorong sosialisasi tersebut. Harus ada pengertian dan persepsi yang sama bahwa sky bridge akan dikoneksikan ke pasar sehingga ada aliran atau jalur ke pasar.
“Kita ingin pencet tombolnya itu seminggu ke depan ini. Harus ada pengertian yang sama, persepsi yang sama supaya mereka tahu bahwa ini bukan tempat jin buang anak,” ujarnya.
Para pedagang dikatakan masih belum tahu konsep sky bridge ini. Mereka masih belum memahami rencana keramaian yang akan dibuat oleh pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Sky bridge sendiri disebut akan berkoordinasi dengan KAI selalu pengelola commuter line dan stasiun Tanah Abang yang berada di dekat pasar Tanah Abang. Sandi mengaku terus berdiskusi dengan KAI dan memastikan rencana ini menjadi satu kesatuan dengan KAI.
Sebelumnya, diberitakan bahwa sky bridge merupakan salah satu dari sekian rencana penataan kawasan Tanah Abang tahap kedua. Fasilitas ini akan dikhususkan sebagai tempat berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang hingga kini masih menempati Jalan Jatibaru.
Pedagang akan dipindahkan ke atas dan selanjutnya Pemprov DKI akan mengatur pergerakan pengunjung pasar. Akan dipastikan para pengunjung termasuk yang menggunakan KRL akan melewati jembatan tersebut.

To Top