Dunia Islam

Terungkap Rahasia Nabi Muhammad SAW tak Pernah Alami Sakit Perut Selama Hidupnya!

Ilustrasi Sakit Perut

KHASANAH, EDUNEWS.ID-Semasa hidupnya Nabi Muhammad SAW tidak pernah merasakan sakit perut sekalipun. Itu berkaitan dengan pola makan nabi yang sehat.

Nabi Muhammad SAW selalu menjalani pola hidup yang sehat, termasuk menjaga pola makannya. Saking sehatnya Nabi Muhammad SAW hanya dua kali merasakan sakit.

Sakit yang pertama ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dan saat itu beliau merasakan demam. Lalu, sakit yang kedua adalah ketika Nabi Muhammad SAW mengalami sakit parah yang kemudian beliau wafat.

Semasa hidupnya Rasulullah SAW tidak pernah mengalami sakit perut sekalipun. Hal ini berkaitan dengan pola makan sehat beliau dalam sehari hari.

Dikutip dari detik.com, menurut Ibnul Qayyim dalam Ath-Thibbun Nabawi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencampurkan susu dan daging. Maksudnya adalah setelah minum susu tidak langsung makan daging.

“Barangsiapa yang mencermati tentang makanan dan segala sesuatu yang dimakan Rasulullah SAW, pasti dia akan mendapati bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menggabungkan antara susu dengan ikan atau antara susu dengan makanan masam. Bila susu bertemu dengan yang masam akan menyebabkan penggumpalan, memicu iritasi pencernaan,”.

Beberapa sumber lainnya menyebutkan bahwa pola makan Nabi Muhammad SAW ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh dokter William Howard Hay dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 1920-an.

Baca juga : Usai Konsumsi Makanan Tinggi Lemak ? 5 Minuman Herbal ini Bisa Turunkan Kolesterol

Pola makan dalam penelitian tersebut disebut dengan sebutan Hay System Diet. Hay System Diet merupakan pola makan food combining yang telah terbukti membuat tubuh bebas dari berbagai penyakit kronis.

Selain itu diet ini juga bisa membantu untuk menurunkan berat badan hingga seperempat dalam kurun waktu dua tahun. Hay System Diet ini pada dasarnya berprinsip bahwa tubuh mencerna setiap makanan dengan durasi yang berbeda.

Dari prinsip itulah bisa mengelompokkan makanan yang dapat dicerna dengan lambat netral atau cepat. Jadi yang dimaksud dengan Nabi Muhammad SAW tidak pernah menggabungkan susu dan daging itu berkenaan dengan durasi mencerna makanan dalam tubuh.

Dapat disimpulkan bahwa menggabungkan beberapa makanan yang berbeda bukan berarti haram hukumnya, melainkan itu sebagai anjuran agar sistem pencernaan lebih lancar sehingga tidak menyebabkan sakit perut.

sumber : detik.com

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); });