Komunitas

LSKP kembali Gelar Women’s Inspire Jilid 5 Bahas UMKM di Sulsel

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Lembaga Study Kebijakan Publik (LSKP) kembali menggelar Women’s Inspire #5 dengan tema UMKM sebagai Penggerak Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (22/06/2021).

Kegiatan tersebut, menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulsel, Azizah Irma Wahyudiati Irwan, S.Ap., M.Si. Ia juga dari Komisi B, Bidang Anggaran, Fraksi Demokrat.

Pembahasan dibuka dengan motivasi yang mendasari pengalaman Aizah Irma menjadi penggerak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Saya lebih fokus pada UMKM karena UMKM menjadi dasar bergeraknya perekonomian di Indonesia. Selain itu, sebelum terjun ke politik, saya adalah salah satu pelaku UMKM, jadi saya memahami apa yang dirasakan dan dialami,” kata Irma dalam membuka insight audience.

Dirinya mendukung usah kecil seprti hasil bumi hingga ke luar negeri.

“Sudah banyak UMKM di Kabupaten Pinrang yang mewakili Sulsel di pasar global yakni Kemiri, Kopi dan Pisang yang sudah bersaing di pasar global dan tidak kalah bagusnya. Terlebih dari Pemerintah Kabupaten Pinrang yang sangat mendorong UMKM Kabupaten Pinrang,” ujar Azizah Irma yang merupakan putri daerah pinrang.

Banyak sektor yang mengalami kemuduran ditengah Pandemi Covud-19, namun UMKM sudah dapat beradaptasi. UMKM dapat menambah pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah sudah pro aktif memberikan dukungan. Harapannya masyarakat lebih pro aktif juga untuk memanfaatkan media sosial,” harapnya.

Host memantik Aizah Irma untuk menceritakan bentuk pemberdayaan yang dilakukan dalam pembangan UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya menjadi pemerhati tanaman di era pandemi. Ini menjadi ruang untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Misalnya, membuat penyangga tanaman. Pemberdayaan dapat melalui lingkungan sekitar. Ini menjadi hobi baru bagi ibu-ibu untuk dapat dikembangkan,” jelas Azizah.

“Modal bukan menjadi penentu utama, yang terpenting yakni kemanuan dan semangat untuk melakukan perubahan, baik untuk diri sendiri dan lingkungan sekita,” pungkaanya.

Aizah Irma menjelaskan bahwa ketika masyarakat sudah memiliki usaha, kendala lainnya yakni packaging yang kurang bagus, belum ada lisensi Halal dan Izin PIRT Pelaku UMKM menjadi kendala. Hal ini karena informasi terkait perizinan dan lisensi tidak sampai ke masyarakat, utamanya yang ada di daerah. Hal ini menjadi tugas bersama, utamanya saya dan rekan-rekan di DPRD SULSEL untuk mencarikan solusi agar pendistribusian informasi.

Dialog terlaksana dengan sangat menarik dan interaktif, banyak tanggapan dan dukungan yang hadir dari peserta yang bergabung pada live instagram @lskp.id dan @irmacimbol. Salah seorang peserta memberikan tanggapan untuk pengadaan pelatihan kepada ibu-ibu dalam pengembangan UMKM.

“Sebaiknya diadakan pelatihan bagi ibu-ibu mengenai Pelatihan UMKM dengan menggunakan bahan baku yg ada di sekitar lingkungannya. Banyak ibu-ibu belum Paham tentang UMKM,” ungkap salah satu akun bernama @smarni23

Banyak pula saran dan tanggapan positif dari sesama rekan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok @temannairma.

Azizah Irma menyambut baik saran dan tanggapan tersebut. Azizah Irma menegaskan bahwa pelatihan tentang informasi peluang usaha, digitalisasi pemasaran produk juga menjadi prioritas anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, utamanya Komisi B yang konsen dibidang ekonomi.

Menjelang penghujung acara Azizah Irma menjelaskan usahanya dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Pinrang.

“Saat ini, setiap toko di Kabupaten Pinrang harus menyisihkan beberapa persen space dari ruang usahanya untuk memasarkan produk dari brand lokal. Hal ini mendorong UMKM lebih percaya diri dan mulai memasuki persaingan pasar global,” ungkap Irma

Sebagai penutup, Azizah Irma mengajak masyarakat untuk mempunyai kemauan yang kuat dalam membangun usaha, serta konsistensi dalam pengembangan usahanya.

 

 

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top