Komunitas

Pemuda Rantau Launching Komunitas Tomakassar

Komunitas Tomakassar resmi di Launching di di kafe baca Ruang Ide, BTP, Makassar, Ahad 24/5/2018) lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Lintas Kampus dan Profesi di kota Makassar.

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Komunitas Tomakassar resmi di Launching di di kafe baca Ruang Ide, BTP, Makassar, Ahad 24/5/2018) lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Lintas Kampus dan Profesi di kota Makassar.

Adapun Komunitas yang digagas oleh Muhammaf Wafiq (founder @petaniberdasi & @banggabertani), Ria Lestari Baso (cofounder @telusurkota & cofounder pilajar.co) dan Andi Azhar Mustafa ini memiliki Jargon “Bertemu, Berkolaborasi, Berkontribusi.

Launching Tomakassar ini dirangkaikan dengan Talkshow dengan tema “semangat kolaboratif to Makassar membangun daerah”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni Ismail Bachtiar (Founder Rektor Institute) dan Appi Patoangi (Penggagas Seribu Guru Sulsel). Serta, di moderatori oleh Pamula Mita A (Penerima Beasiswa CCIP Pemerintah USA).

Muhammaf Wafiq Penggagas Komunitas Tomakassar ini mengatakan bahwa Sejatinya tomakassar bukan hanya komunitas. Tapi tomakassar ialah identitas yang melekat pada dirita. Baik itu orang yang saat ini tinggal di sulsel, orang yang dulu tinggal di sulsel, ataupun orang yang berdarah sulsel. Maka, mari tunjukkan bahwa bisa tonjiki jadi orang. Sebaik-baiknya. Sebenar-benarnya.

“Acap kali pemuda berkumpul tanpa tujuan yang jelas. Oleh karena itu, butuh wadah atau medium untuk memberikan sumbangsi. Sehingga, lahirnya komunitas ini menjadi salah satu asolusi untuk itu” kata Wafiq.

Sementara itu, Ria Lestari Baso menjelaskan bahwa Tomakassar ini tidak hanya fokus pada pembangunan Kota Makassar, tapi merujuk ke Sulsel, sementara penamaan dianggap bahwa Makassar menjadi ibu Kota Provinsi dan diharap menjadi sentrum.

“Alhamdulillah launching komunitas tomakassar yang sederhana berjalan lancar. Dengan hadirnya komunitas ini diantara ratusan komunitas di makassar pada khususnya dan sulsel pada umumnya diharapkan dapat menjadi medium kolaborasi untuk bangun daerah ta. Orang sulsel banyak tersebar di seluruh wilayah di indonesia. Baik yang berada di perantauan dan yang menetap di daerah tentunya tetap memiliki peran untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah masyarakat sulsel” Jelas Alumni Universitas Brawijaya ini.

Komunitas ini Untuk kedepannya akan banyak gerakan sosial yang hadir, melalui ide pemuda yang bergabung dan terealisasikan secara bersama. Kedua Narasumber yang hadir yakniIsmail Bachtiar (Founder Rektor Institute) dan Appi Patoangi ((Penggagas Seribu Guru Sulsel) menyatakan kesediaanya untuk berkolaborasi dengan komunitas Tomakassar. Terkait perkembangan komunitas Tomakassar ini bisa diakses melalui www.Tomakassar.id

RLS | EDUNEWS

To Top