Makassar

Merdeka dari Reklamasi Jadi Tajuk Utama Warga Pulau Lae-lae Rayakan Hari Kemerdekaan

Pembentangan spanduk aspirasi penolakan reklamasi di Pulau Lae-lae, Rabu (16/8/2023) sore.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Ketika masyarakat lain memperingati Hari Kemerdekaan dengan mengadakan lomba atau yang lainnya, warga Pulau Lae-lae merayakannya dengan menyuarakan aspirasi.

Warga bersama KAWAL (Koalisi Lawan Reklamasi) Pesisir memperingati Hari Kemerdekaan dengan menyuarakan penolakan tegas atas reklamasi yang hendak dilakukan di Pulau Lae-lae. Penyuaran aspirasi dibungkus dalam kegiatan Island Festival 2023 yang dihelat pada Rabu-Jumat (16-18/8/2023).

Koalisi menilai bahwa penyempitan ruang hidup untuk masyarakat pesisir kian menjadi-jadi.

“Akses ruang bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil kian menyempit, baik sebagai tempat tinggal, ruang hidup serta wilayah kelola. Hal ini bisa dilihat sepanjang pesisir Makassar, mulai dari wilayah Tanjung Bayang hingga CPI, kemudian bergeser ke pesisir Ujung Tanah dan Tallo, wilayah tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan beragam peruntukan,  mulai dari properti, pariwisata, pusat perbelanjaan, pelabuhan, dan pembangunan lainnya yang dibingkai dalam satu tarikan nafas yaitu reklamasi,” ucap Koalisi kepada edunews.id pada Kamis (17/8/2023) sore.

Koalisi menambahkan bahwa reklamasi yang merugikan warga dapat dilihat dari dua contoh aktivitas reklamasi yang terjadi di Makassar, yakni pembangunan CPI (Center Point of Indonesia) dan di Pesisir Tallo.

“Dua kasus reklamasi di Kota Makassar adalah contoh nyata, pembangunan Center Point of Indonesia dan  reklamasi Pesisir Tallo memperlihatkan  bagaimana pembangunan di wilayah  pesisir laut telah menghilangkan sumber penghidupan masyarakat yang selama ini bergantung hidup dari sumber daya laut,” jelas Koalisi.

“Merdeka dari Reklamasi” diangkat menjadi tajuk utama Koaliasi Lawan Reklamasi Pesisir pada peringatan Hari Kemerdekaan kali ini.

“Ini salah satu momen untuk masyarakat Lae-lae merefleksikan perjuangannya selama ini. Bahwa kemerdekaan yang diharapkan Pulau Lae-Lae adalah terbebas dari reklamasi dan berdaulat atas sumber daya alam,” ucap Taufik selaku salah satu massa aksi Koalisi.

Lebih lanjut, Taufik menilai bahwa reklamasi akan merusak wilayah tangkap para nelayan dan merugikan masyarakat Pulau Lae-lae.

“Rencana reklamasi yang akan merusak dan menghilangkan wilayah tangkap nelayan harus dihentikan,” tambahnya.

Puji selaku warga Pulau Lae-lae berharap agar rencana reklamasi bisa dihentikan. Ia berharap bisa hidup tenang dan sejahtera di Pulau Lae-lae.

“Terima kasih mendukung kami selama ini menolak reklamasi. Semoga reklamasi ini sudah tidak akan berlanjut lagi, mudah-mudahan kita tenang di Pulau Lae-Lae dan sejahtera,” tutur Puji.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dan Mitra silakan menghubungi 085171117123

ALAMAT

  • Branch Office : Gedung Graha Pena Lt 5 – Regus – 520 Jl. Urip Sumoharjo No. 20, Pampang, Makassar Sulawesi Selatan 90234
  • Head Office : Plaza Aminta Lt 5 – Blackvox – 504 Jl. TB Simatupang Kav. 10 RT.6/14 Pondok Pinang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Telepon : 0411 366 2154 – 0851-71117-123

 

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com