News

2017, Pendidikan Islam akan Goes to Media

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin paparkan program publikasi pada Seminar Pendidikan Islam di Mata Media.

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Berdasarkan hasil analisis media monitoring yang dilakukan oleh tim Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Kementerian Agama, isu pendidikan Islam menempati urutan keempat dengan 934 berita, masih kalah dengan isu kerukunan (972), kehidupan beragama (1616), dan haji (4102).

Padahal, dengan anggaran paling besar, mencapai 83% dari total anggaran Kementerian Agama, tentu banyak yang sudah dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Islam.

Untuk menjawab hal tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) tahun depan berkomitmen akan melakukan program besar-besaran dalam bidang publikasi. Dirjen Pendis Kamaruddin Amin bahkan mencanangkan 2017 sebagai tahun Pendis Goes to Media.

Kamarudin Amin menjelaskan, ada dua faktor penghambat publikasi. Secara eksternal, Pendis masih dipersepsikan sebagai makmum dari Kemendikbud dalam mengelola pendidikan di Indonesia.

“Sebagaiman kita ketahui, ada dua lembaga yang menangani pendidikan, yaitu Kemendikbud dan Kemenristek Dikti,” katanya saat acara Pendidikan Islam di Mata Media, di Gedung Kementerian Agama, kemarin (16/11/2016).

Lalu hambatan internalnya ialah struktur dan sumber daya manusia belum mendukung. Namun, lanjut Kamarudin, terbitnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 42 Tentang Orgnisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama memberi angin segar. Saat ini, sudah ada satker setingkat eselon III yang nantinya akan mengurus masalah informasi dan kehumasan di lingkungan Pendis.

“Saat ini tidak ada orang yang menangani humas. Dengan struktur baru ini kita cari orang yang pas dan menjadi yang terbaik. Denga struktur baru ini kita bisa,” tukasnya.

Untuk itu, pada tahun 2017 Pendis akan melakukan beberapa langkah yang sudah disiapkan dalam mendukung publikasi program Pendidikan Islam, diantaranya: publikasi prestasi yang dihasilkan dari para guru, dosen, dan tenaga kependidikan.

“Kita punya distingsi, atau karakter yang tidak dimiliki oleh orang lain. Itu bisa kita sampaikan dan kemas secara baik nanti,” tutur Kamar.

Lalu, dalam pemaparannya, Dirjen Pendis akan melakukan publikasi dalam bentuk video dan qute yang berisi gambar tokoh yang disertai dengan pandangannya.

“Selain itu, ada dalam bentuk souvenir dalam bentuk digital,” katanya.

To Top