News

Dalam Lima Tahun Kedepan Indonesia Diprediksi Kekurangan Tenaga Kerja Insinyur

 

 

YOGYAKARTA, EDUNEWS.ID – Dalam lima tahun ke depan, Indone­sia diperkirakan akan kekurangan 280 ribu tenaga kerja insinyur. Padahal, saat ini pemerintah tengah giat-giatnya melakukan pembangunan infrastruktur.

“Berapa pun lulusan insinyur kita, tetap tidak akan memenuhi kebutuhan. Maka beberapa negara sudah banyak melobi PII (Persatuan Insinyur Indonesia) untuk bisa masuk dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum PII, Heru Dewanto, dalam pelatikan 30 insinyur baru untuk prodi program profesi insinyur UGM periode I tahun 2018, di Yogyakarta, Rabu (7/3/2018).

Program profesi insinyur bisa diambil oleh sarjana bi­dang teknik atau sarjana terapan bidang teknik di universi­tas-universitas yang memiliki kerja sama dengan PII.

Heru mengatakan dalam sepuluh tahun jumlah in­snyur yang dibutuhkan mencapai 650 ribu dengan jumlah lulusan yang dihasilkan setiap tahunnya tetap saja masih kurang.

Ia menyebutkan jumlah lulusan perguruan tinggi yang menggeluti bidang keinsinyuran hanya sekitar 14 persen, namun dari jumlah tersebut hanya separuhnya saja menggeluti pekerjaan yang ada kaitannya di bidang teknik keinsinyuran.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh PII saat ini dengan mendorong pendidikan sertifikasi insinyur bekerja sama dengan 40 perguruan tinggi yang ditunjuk oleh pemerintah.

To Top