News

Dandim Soppeng Sebut dr Nirwana ‘Penghianat’, Djusman AR : TNI Top

Dandim 1423 Soppeng, Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar (kiri) dan Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR (kanan).

SOPPENG, EDUNEWS.ID – Dugaan pemalsuan Suket Covid-19 di Kabupaten Soppeng terus menuai kecaman. Tidak hanya dari warga sipil, pejabat militer pun mengecam tindakan tersebut. Sementara Pemerintah Kabupaten Soppeng merespons dengan menurunkan Inspektorat.

Dilansir dari mediaSoppeng.today, Dandim 1423 Soppeng, Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar mengaku sangat kecewa dan marah besar dengan tindakan tersebut.

Dirinya telah memanggil Direktur RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng, dr Nirwana dan menanyakan langsung terkait informasi dugaan pemalsuan Suket Covid-19 yang viral di tanah air itu.

“Saat itu saya memanggil dr Nirwana dan mengklarifikasi. Dan ia (dr. Nirwana) mengakui hal itu dan meminta maaf. Saya merasa sangat kecewa. Dan di dalam jiwa sebagai seorang kesatria TNI tak kuasa rasanya menahan amarah. Karena ini adalah persoalan Negara yang menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Dandim usai launching tagline Kodam, Sabtu (27/3/2021).

Kekesalan Dandim karena ia merasa, semua dalam Satgas Covid-19 bersama masyarakat telah bekerja melawan Covid-19 tanpa kenal lelah, namun ada pihak dengan motif tertentu memanfaatkan situasi.

“Kita sudah bekerja dilapangan tanpa mengenal lelah, koq tiba-tiba ada masalah seperti ini. Terlalu berani memberikan surat keterangan covid tanpa melalui tes uji lab,” kata Dandim.

Dia pun menyebut tindakan itu adalah sebuah penghianatan.

“Sebagai ketua Satgas Covid bagi saya ini adalah sebuah penghianatan,” tegasnya.

Menurut Dandim, dirinya saja selama enam bulan terakhir tidak pernah keluar daerah mengingat masa pandemi ini.

“Saya ini mau ke mana saja bisa, namun tidak serta merta mau keluar daerah tanpa Surat Keterangan Bebas Covid-19 yang melalui Uji Lab. Tapi selama enam bulan ini saya memilih tidak kemana mana demi menjaga keselamatan rakyat dari Covid,” ungkapnya.

Sementara Polres Soppeng telah memeriksa beberapa saksi diantaranya adalah dr Mustakim beserta pihaknya dan pihak RSUD Latemmamala.

“Kita sudah memanggil beberapa saksi pihak-pihak yang terkait atas kasus ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri.

Sebelumnya, Djusman AR Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar yang juga dikenal sebagai Putra Soppeng meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus itu secara benar, adil dan transparan.

“Jangan kecewakan masyarakat Soppeng yang disuruh tinggal di rumah dan sering diangkut pakai truk di kala kedapatan ‘nongkrong’ di warung kopi. Penyidik Polres Soppeng harus bekerja profesional, apalagi kasus ini menjadi sorotan nasional yang bisa merusak citra Soppeng,” tegas Djusman.

Penyataan Dandim 1423 Soppeng selaku Ketua Satgas Covid 19, yang menyebut tindakan itu sebagai penghianatan cukup ditanggapi Djusman.

“Pernyataan ‘penghianatan’ itu artinya turut membenarkan telah terjadi peristiwa hukum dalam bentuk pemalsuan suket C19, saya support itu, benar-benar kesatria. Malah saya mau bilang harusnya sipenghianat itu yang digelandang ke taman kalong setelah proses hukumnya berkekuatan tetap. Top Deh TNI, dari rakyat untuk Rakyat,” kata Djusman.

Sebelumnya, Wakil Bupati Soppeng, Lutfi Halide mengatakan, dari sisi pemerintahan telah menurunkan Inspektorat melakukan pemeriksaan. Hasilnya akan disampaikan paling lambat sepekan.

Respons Pemkab dan dan kecaman dari berbagai kalangan termasuk Ketua Satgas Covid-19 Letkol Infantri Richard Maribot Butarbutar muncul setelah berita pengakuan seorang staf labaoratorium yang merinci koronologi pemalsuan Suket Covid1-19 di RSUD Soppeng tersiar. (#)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top