Nasional

Djusman AR Support KPK Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Nurdin Abdullah

Djusman AR saat diwawancaari oleh sejumlah Awak Media di KPK

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Saksi pelapor Eks Gubernur Nurdin Abdullah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Djusman AR mendukung KPK untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus suap dan gratifikasi Nurdin Abdullah.

Pegiat anti korupsi ini mengungkapkan, berdasarkan putusan majelis hakim di Pengadilan Tinggi Negeri Makassar yang memvonis Nurdin Abdullah penjara 5 tahun dan denda 500 juta, maka publik menanti adanya tersangka baru yang ditetapkan oleh KPK.

“Bahwa dengan putusan itu, tentu masih ada yang menjadi pertanyaan adalah kemudian bagaimana kelanjutan pemeriksaan terhadap oknum-oknum pengusaha yang terungkap dalam fakta persidangan, yang pernah diperiksa oleh KPK di kantor Polda Sulsel beberapa waktu yang lalu,” kata Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi ini saat dimintai tanggapannya oleh edunews.id, Selasa (29/11/2021)

Djusman mengungkapkan, mengingat terdapat banyak oknum pengusaha yang terungkap dalam fakta persidangan yang diduga melakukan perbuatan yang sama dengan Agung Sucipto, maka sudah menjadi keharusan untuk segera ditindaklanjuti oleh KPK.

“Termasuk terhadap oknum ASN Pemprov yang juga diduga terlibat atau turut serta dalam kasus korupsi tersebut,” urainya.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini menambahkan, jika penyidik KPK sudah melakukan pemeriksaan hingga dua kali secara terpisah di kantor Polda Sulsel terhadap beberapa oknum yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi Nurdin Abdullah.

“Sepengetahuan saya KPK sudah melakukan pemeriksaan terpisah 2 kali di ruangan penyidik Polda Sulsel. dan itu memang sudah menjadi perhatian publik,” tutur Djusman.

Artinya, lanjut Djusman, dengan turunan putusan tehadap Nurdin Abdullah, bukan berarti harus berhenti tapi publik menanti pemeriksaan selanjutnya.

“Kami sebagai masyarakat dan pegiat anti korupsi, tentu selalu mensupport KPK, siap bersinergi dengan baik dan proporsional,” ucap Djusman.

Baca juga : BREAKING NEWS : Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara dan denda 500 Juta

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Zaenal Abidin mengatakan bakal menindaklanjuti soal nama-nama pengusaha yang terungkap di dalam persidangan. Nama mantan Kepala Biro Pembangunan Sari Pudjiastuti dan eks Ajudan Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri juga akan KPK tindaklanjuti

“Kami komitmen untuk menyelidiki nama-nama ini selanjutnya. Kami terbuka, teman-teman bisa mengikuti lebih lanjut ke depan ya,” kata Zaenal di Pengadilan Negeri Makassar, Senin, (29/11/2021).

Zaenal mengungkapkan, dari fakta persidangan, KPK saat ini juga menyelidiki aliran dana dari terpidana Edy Rahmat untuk oknum pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulsel. Bisa saja tersangka baru muncul dari kasus ini.

“Itu jelas soal BPK. Intinya kami akomodir semua fakta persidangan dan kita analisa, kita telaah. Jika cukup alat bukti kami lanjutkan,” ungkapnya.

KPK bahkan diketahui sementara melakukan penyelidikan untuk kasus BPK. Namun, menurut Zaenal, pokok perkaranya dibedakan.

Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Makassar memutuskan Gubernur Nonaktif Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah terbukti menerima suap. Nurdin mendapat vonis 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

“Menjatuhkan pidana pada terdakwa dengan penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp500 juta subsider pidana kurungan 4 bulan,” kata Hakim Ketua Ibrahim Palino saat membacakan amar putusan pada Senin (29/11/2021).

Baca juga : Usai Hakim Vonis Nurdin Abdullah 5 Tahun Penjara, KPK Bidik Tersangka Baru!

Selain itu, Nurdin Abdullah juga mesti membayar uang denda pengganti atas suap yang diterimanya.

“Terdakwa akan dijatuhi hukuman tambahan berupa pembebanan uang pengganti sebesar 350 ribu dolar Singapura dan Rp2,187 miliar,” sambung Hakim Ibrahim.

Selain membayar uang pengganti, barang-barang berharga Nurdin hasil suap senilai Rp5 miliar juga telah disita.

“Majelis hakim setuju dengan penuntut umum bahwa terdakwa akan dijatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik dalam waktu tertentu,” tambah hakim.

Vonis untuk Nurdin ini lebih rendah dari tuntutan JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu pidana penjara 6 tahun dan denda Rp500 juta.

Baca juga : Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda 500 Juta, Begini Tanggapan Saksi Pelapor Djusman AR

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulawesi Selatan Edy Rahmat divonis atas perkara yang sama pada hari ini. Edy Rahmat dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta pada kasus suap dan gratifikasi Gubernur nonaktif Nurdin Abdullah.

Edy pun dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana suap sebagaimana dakwaan jaksa.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Edy Rahmat terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama,” kata Ketua Majelis Hakim Ibrahim Palino dalam putusannya di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (29/11/2021).

Sidang putusan terhadap Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat digelar virtual dan ditayangkan secara langsung dari YouTube milik KPK RI.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top