Ekonomi

Bank Singapura Jatukan Sanksi kepada Standard Chartered

 

 

SINGAPURA, EDUNEWS.ID – Bank Sentral Singapura menjatuhkan denda masing-masing sebesar 5,2 juta dollar Singapura atau 2,83 juta poundsterling, kepada Standard Chartered Bank Singapura (SCBS), dan 1,2 juta dollar Singapura kepada Standard Chartered Trust Singapura (SCTS).

Sanksi itu diberikan karena kedua institusi tersebut dinilai melanggar aturan soal pencucian uang dan pendanaan yang terkait aksi terorisme. Otoritas Moneter Singapura (MAS) dalam pernyataan resminya, Senin (19/3/2018), mengatakan pelanggaran tersebut terjadi ketika ada pemindahan dana di rekening nasabah SCBS, dari Standard Chartered Trust (Guernsey) ke SCTS, yang terjadi sejak Desember 2015 sampai Januari 2016.

“MAS mewajibkan lembaga keuangan untuk mendeteksi adanya risiko pencucian uang, saat memutuskan akan menerima seorang nasabah. Mereka juga harus memiliki sistem dan proses yang baik untuk memantau transaksi nasabah,” kata Deputi Managing Director MAS, Ong Chong Tee.

MAS dan Komisi Jasa Keuangan Guernsey telah memantau pergerakan sejumlah aset Standard Chartered, terutama milik klien asal Indonesia pada akhir 2015, tepat sebelum Kepulauan Channel menerapkan peraturan baru global mengenai pertukaran informasi pajak.

“Waktu transfer memunculkan kecurigaan, apakah nasabah berusaha menghindari kewajiban pelaporan CRS (Common Reporting Standard) mereka. Namun, SCBS dan SCTS tidak sanggup mendeteksi dan memitigasi faktor risiko ini, juga tidak mengajukan laporan transaksi mencurigakan pada waktu yang tepat,” kata MAS.

Dalam pernyataannya, Standard Chartered mengakui pihaknya gagal memenuhi standar untuk memitigasi risiko itu. Namun dikatakan, lembaga keuangan itu telah mengambil tindakan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

To Top