Ekonomi

Ketegangan Antara AS-Rusia Pengaruhi Kondisi Rupiah

 
 
JAKARTA, EDUNEWS.ID – Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati, mengatakan ada faktor eksternal yang memengaruhi pelemahan rupiah, yaitu kondisi geopolitik berupa ketegangan antara AS dan Russia, yang menyebkan harga minyak naik.
Dengan posisi Indonesia sebagai net importir minyak maka dipastikan bakal terjadi tekanan impor. “Imbasnya, defisit perdagangan melebar. Setelah itu, pasti pelemahan nilai tukar,” jelas dia.
Namun, Enny menilai heran karena hanya rupiah tertekan cukup dalam di antara mata uang negara Asia lainnya. Ini menandakan ada satu faktor lagi, yaitu internal, dipicu ulah sepekulan yang merespons sejumlah kebijakan pemerintah di BUMN migas dan pangan.
Menurut dia, pergerakan rupiah sebenarnya juga bergantung pada supply and demand. Namun, cadangan devisa Indonesia yang semu karena lebih banyak berasal dari investasi asing langsung (FDI), bukan dari ekspor, membuat pasokan dollar di pasar terbatas.
“Jadi, sekalipun cadangan devisa kita dianggap tinggi, tetapi bisa jadi supply dollar di pasar itu kering karena rendahnya kinerja ekspor,” jelas Enny.
Dia berpendapat BI dan pemerintah mesti menenangkan pasar guna meredam aksi spekulasi. Tujuannya agar tekanan depresiasi rupiah mereda. Sebab, kalau dollar melambung yang dirugikan pasti rakyat.

To Top