News

Hanya 2,3 Persen Orang Menyikat Gigi dengan Benar

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Sebagian besar orang tahu bahwa menyikat gigi harus dilakukan minimal dua kali sehari untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mayoritas warga Indonesia sudah mematuhi aturan ini dan menyikat gigi dua kali sehari.

Ironisnya, hanya sebagian kecil warga Indonesia yang sudah menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), sebanyak 76,6 persen warga Indonesia sudah menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari. Namun, sangat sedikit di antaranya yang sudah melakukan sikat gigi dengan benar.

Demikian dikatakan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Riskiyana Sukandhi Putra MKes dalam perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2018 yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama PB PDGI di SDN Tebet Timur 01 Pagi, Selasa (20/3/2018).

“Yang sikat gigi dengan benar, seperti di pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur, baru 2,3 persen,” ungkapnya. Menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tidak benar tetap dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit di rongga mulut.

Salah satunya adalah karies gigi. Hal ini telah tercermin dalam indeks DMF-T Indonesia yang tinggi pada 2013 lalu, yaitu 4,6. Indeks ini menunjukkan bahwa tiap orang di Indonesia memiliki sekitar empat sampai lima gigi yang mengalami kerusakan.

“Semua usia, ini kan menyedihkan sekali,” sambung Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Dr drg Hananto Seno SpBM MM.

Untuk itu, PB PDGI bersama dengan PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent menggelar kegiatan sikat gigi bersama dalam perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2018 yang melibatkan para siswa-siswi SDN Tebet Timur 01 Pagi.

Dalam kegiatan ini, para dokter gigi dari PB PDGI mengedukasi dan membimbing para siswa dan siswi untuk menyikat gigi dengan benar. “Pastikan (arah menyikat) selalu dari gusi ke gigi, tidak bolak-balik ya,” ungkap Hananto.

To Top