Hukum

KPK Periksa Direktur Citilink Indonesia

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Direktur Produksi PT Citilink Indonesia, Hadinoto Soedigno dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Airbus Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

Mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk itu akan dimintai keterangannya untuk tersangka Emirsyah Satar (ESA), eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Hal ini juga untuk melengkapi berkas penyidikan lembaga antirasuah.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (1/3/2018).

Tak hanya Hadinoto, penyidik juga menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap pensiunan pegawai PT Garuda Indonesia, Capt Agus Wahjudo dan pegawai PT Mugi Rekso Abadi, Tita Wahyuni.

“Mereka juga akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar,” tutur Febri. Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas perbuatannya, Emir disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

To Top