Internasional

Korea Utara Siap Tutup Lokasi Uji Coba Nuklir

 
 
SEOUL, EDUNEWS.ID – Korea Utara (Korut) berjanji akan menutup lokasi uji coba nuklirnya pada bulan depan dan mengundang para ahli senjata dari Amerika Serikat (AS) untuk berkunjung ke negara itu. Hal itu disampaikan pemerintahan Korut di Seoul pada Ahad (29/10/2018).
Janji yang disampaikan secara langsung oleh pemimpin Korut, Kim Jong-un, itu terlontar setelah terjadi pertemuan tingkat tinggi bersejarah antar-Korea pada Jumat (27/4/2018) pekan lalu, yang mempertemukan Kim dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, yang intinya membahas denuklirisasi secara seutuhnya di Semenanjung Korea.
“Kim mengatakan, selama pertemuan puncak dengan Presiden Moon, ia akan melaksanakan penutupan tempat uji coba nuklir pada Mei,” kata juru bicara Kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan.
“Kim juga mengatakan bahwa ia akan segera mengundang para ahli dari Korsel dan AS, serta wartawan untuk mengungkapkan proses tersebut kepada masyarakat internasional secara transparan,” imbuh Yoon, sembari menambahkan bahwa Kim Jong-un siap melakukan dialog dengan Jepang, kapan pun waktunya.
Ketegangan melonjak tahun lalu karena pengujian senjata nuklir dan misil balistik antarbenua Korut yang diklaim mampu mencapai daratan AS. Disampaikan pula oleh Yoon, jika sering terjadi pertemuan (dengan AS), mereka bisa membangun kepercayaan, mengakhiri perang dan akhirnya berjanji tak akan melakukan invasi. “Jadi, mengapa kita harus hidup dengan senjata nuklir?” tuturnya.
Kim juga mengecam spekulasi bahwa situs uji nuklir di Punggye-ri sudah tidak dapat digunakan lagi setelah ada laporan bahwa terowongan bawah tanah di sana ambruk.
“Seperti yang akan mereka lihat begitu mereka berkunjung, ada dua terowongan lagi (di lokasi tes) yang bahkan lebih besar dan kedua terowongan itu dalam kondisi baik,” kata Kim.
Pernyataan Kim itu disebut-sebut sebagai “pemanis” jelang digelarnya pertemuan puncak antara Presiden AS, Donald Trump, dengan Kim, yang diperkirakan bakal terjadi dalam tiga atau empat pekan mendatang.
Terkait perkembangan KTT antar-Korea, Presiden Trump sesumbar semuanya itu berkat kemampuannya untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan rezim di Korut.
Pemimpin AS itu amat bersemangat untuk memainkan perannya dalam mencapai terobosan dengan Pyongyang melalui kampanye “tekanan maksimum” yang melibatkan retorika yang keras, sanksi yang lebih kuat dan upaya diplomatik untuk lebih mengisolasi rezim.
“Beberapa bulan yang lalu, apakah Anda ingat apa yang mereka katakan? ‘Dia akan membawa kita ke dalam perang nuklir, mereka berkata’,” kata Trump. “Kekuatan akan menjauhkan kita dari perang nuklir, dan tidak akan membawa kita terperangkap di dalamnya!” imbuh dia.
Pada bagian lain diwartakan oleh CBS News bahwa lokasi pertemuan Trump-Kim telah mengerucut opsinya antara akan digelar di Mongolia atau Singapura. Dalam KTT antar-Korea lalu, sama sekali tak disinggung soal di mana lokasi KTT antara Kim-Trump bakal digelar.

To Top