DAERAH

Meski Didukung ‘klan’ Masdar, Pengamat Nilai Andi Irfan Sulit Kalahkan Petahana di Pilkada Majene

EDUNEWS.ID – Mengingat pendaftaran calon kepala daerah di pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 semakin dekat.

Warga Indonesia, khususnya di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mulai menggadang gadang nama kandidat bakal calon andalannya untuk maju bertarung di Pilkada 2020, salah satunya politisi partai Gerindra, Andi Irfan Sulaiman.

Akademisi universitas Gorontalo dan Pengamat Politik, Suaib Napir menilai Andi Irfan Sulaiman sulit untuk bersaing melawan petahana bupati Majene Fahmi Massiara di Pilkada Majene 2020, dikarenakan kinerjanya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat kurang populer.

“Bagus, untuk mewarnai demokrasi tapi sepak terjang selama di DPRD Sulbar juga kinerjanya tidak terlalu populis,” katanya, Senin (24/06/2019).

Diketahui, Andi Irfan Sulaiman adalah politisi partai Gerindra, anggota DPRD provinsi Sulbar, juga kembali terpilih di Pemilihan Calon Legislatif DPRD Sulbar 2019-2024 kemarin.

Lanjut Suaib, dirinya mengungkapkan walaupun nantinya klan Masdar akan turun gunung untuk menambah kekuatan Andi Irfan, juga harus memilih pasangan yang tepat untuk menumbangkan petaha.

“Perlu pasangan yang kuat untuk menambah kekuatan politiknya, meskipun tidak dapat dinafikan ada kolega klan Masdar yang akan siap mendukung lagi nantinya,” ungkapnya.

Diketahui, nama yang mencuat untuk maju di pilkada Majene yaitu Petahana Fahmi Massiara, Munafri Arifuddin (Ceo PSM Makassar, Idris DP (Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat), Andi Irfan Sulaiman (DPRD Sulbar).

(Tasrif)

To Top