Nasional

Dampak Covid 19, PBNU Bantu Guru Ngaji Lewat Zakat

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Marsudi Suhud menyatakan pihaknya membantu para guru mengaji dan ustaz majelis taklim yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus corona (Covid-19) lewat Lembaga Amil Zakat Nahdhatul Ulama (LazisNU).

“Sama lah, untuk fakir miskin dan juga kita harapkan sebagaimana zakat-zakat itu untuk mereka itu, untuk guru-guru ngaji, ustaz majelis, dan lainnya. Itu mereka kan termasuk asnaf zakatnya di situ,” kata Marsudi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/4/2020).

Marsudi telah meminta pengurus NU di daerah mendata para guru mengaji dan ustaz majelis taklim yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus corona. Ia ingin zakat tersebut bisa tersalurkan pada orang yang berhak.

“Jadi lembaga-lembaga zakat seperti Basnaz, LazisNU itu yang sudah terkumpul dan ada arahkan dulu untuk kebutuhan hidup dulu, larinya ke situ lebih afdol,” ujarnya.

Marsudi mengaku pihaknya akan menyerahkan zakat berupa kebutuhan pokok jelang memasuki bulan Ramadan. Meski begitu, ia tak merinci kebutuhan pokok apa saja yang diberikan kepada penerima tersebut.

“PBNU melalui beberapa cabang memiliki program walaupun tak semampu, sekuat, bisa mengurusi semuanya. Tapi PBNU melaksanakan untuk orang-orang enggak mampu bagaimana sehari itu bisa makan. PBNU menggerakkan ini juga. Ini imunitas ekonomi, bisa jadi imun,” jelasnya.

Marsudi berharap seluruh masyarakat, terutama warga NU memperbanyak sedekah dan zakat di bulan Ramadan. Menurutnya, umat Islam diperintahkan untuk saling berbagi melalui zakat saat Ramadan.

Ia menyatakan penyebaran virus corona memberikan dampak bagi masyarakat kurang mampu. Tak sedikit dari mereka sudah tak memiliki penghasilan karena pandemi virus corona ini.

“Kami minta di-direct langsung, karena fakir miskin bertambah, untuk dilarikan ke situ, yang tadinya mereka masih punya penghasilan, jadi enggak punya penghasilan,” tutur Marsudi.

Sebelumnya, beberapa guru mengaji di daerah Kabupaten Bogor mengeluhkan kondisi perekonomian sejak pemerintah menetapkan kegiatan belajar dari rumah saat pandemi virus corona. Beberapa diantaranya banting setir menjadi kuli bangunan hingga berhutang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

cnn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top