Nasional

Guru Besar Ilmu Hukum Sebut KPK Terlambat Tetapkan Azis Syamsuddin sebagai Tersangka

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Bosowa (Unibos) Prof Marwan Mas.

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mendapat tanggapan dari sejumlah pihak, salah satunya dari akademisi.

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Bosowa (Unibos) Prof Marwan Mas mengatakan penetapan tersangka Azis Syamsuddin oleh KPK terlambat karena dari awal kuat dugaan kejadian tersebut tidak lepas dari Politisi Partai Golkar itu.

“Yang pertama dia tempati rumah rakyat (Dinasnya) untuk bahas korupsi dan yang kedua dia ini Pimpinan Wakil Rakyat,” kata Prof Marwan Mas kepada redaksi Edunews.id, Kamis (23/9/2021).

“Saya kira sudah kuat dugaan memang KPK menetapkan dia sebagai tersangka, meskipun terlambat tapi saya kira dari pada tidak, ya sudah cukuplah,” tambahnya.

Ia menganggap bahwa jika kejadian tersebut dibiarkan dan dicontoh oleh wakil rakyat yang lainnya bisa membahayakan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Jadi seperti inilah dugaan-dugaan korupsi kalau dia dibiarkan hanya satu pihak saja yang dijadikan tersangka sementara ada yang pejabat negara yang diduga terlibat ini kan fasilitas, kenapa dia fasilitas karena bupati itu adalah satu partai dengan dia dan ini sesuatu yang tidak wajar atau sesuatu yang tidak bagus,” ujarnya.

Dirinya menyayangkan sekelas Pimpinan DPR RI menjadi fasilitator korupsi di Indonesia hingga memakai rumah jabatannya sebagai tempat transaksi.

“Masa menggoda, menghubugi dan menempati rumah jabatannya itu tempat fasilitator,” ungkapnya.

Lanjut Prof Marwan ia menyebutkan Azis Syamsuddin merupakan aktor dari pembentukan Dewan Pengawas (Dewas) KPK melalui UU nomor 19 tahun 2019.

“Inilah wakil ketua ini Azis Syamsuddin yang memang dari awal itu bagaimana itu Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019 yang di dalamnya itu dibentuk Dewan Pengawas (Dewas KPK) dialah ini tolo’nya (disampaikan dalam bahasa Bugis/Makassar) dialah ini orangnya yang menerapkan itu Dewas yang mengawasi KPK, setelah ada Dewas yang mengawasi KPK masa dia tekan-tekan lagi penyidik, keterlaluan memang ini orang,” sebutnya.

Ia juga mengenang kejadian di suatu stasiun TV saat tampil bersama Wakil Menkumham Denny Indrayana. Azis Syamsuddin menjelekkan-jelekkan wajah Denny Indrayana.

“Saya masih ingat itu ketika dia tampil dengan Denny Indrayana yang mantan Wakil Menkumham Wakil di televisi. Saya itu paling tidak sukanya dia (Azis Syamsuddin) karna dia hina mukanya wajahnya ini (Denny Indrayana), Denny Indrayana ya Pas-pasan wajahnya tapikan dia cerdas, dia hina itu bilang “Tampang kamu ini tidak cocok Wakil Menkumham” Saya masih ingat itu,” kenang Prof Marwan Mas.

“Saya kira wajar dan bawa segera ke Pengadilan biar tuntas perkara ini. Dalam bahas makassarnya dia ‘Jallakkang’ (disampaikan dalam bahasa Bugis/Makassar) itu kasian ini penyidik hingga penyidik ini berpengaruh kasian, dia berupaya untuk tidak lagi lanjut ke Penyidikan tapi ini sistem yang jalan, akhirnya kena OTT,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top