Nasional

Martimus Amin : Rezim Jokowi Bangkitkan Lagi Romantisme Nasakom

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ideologi Nasionalis, Agama, dan Komunis (NASAKOM) yang dicanangkan oleh Bung Karno begitu berjayanya pada tahun 1965 sebelum pecahnya pemberontakan G30S-PKI. Ideologi ini ditopang tiga kekuatan besar yakni Partai Nasionalis Indonesia (NAS), Partai Nahdatul Ulama (A), Partai Komunis Indonesia (KOM).

“Karena  NASAKOM bertentangan dengan Ideologi Pancasila, maka partai dan ormas Islam sangat menentang idiologi gabungan yang didukung oleh PNI,  PNU dan PKI tersebut. Sehingga penentangan Partai dan Ormas Islam ini menimbulkan sikap kebencian  amat sangat pro pendukung NASAKOM, sehingga memunculkan tuntutan pembubaran Partai dan ormas Islam,” ujar pengamat politik dan hukum, Martimus Amin, Sabtu (21/1/2017).

Amin menjelaskan bahwa PKI saat itu sedang di puncak kekuasaan dan begitu mesra dengan Bung Karno, menyerukan permusuhan secara terang-terangan terhadap umat Islam. Dalam pidatonya di depan peserta Kongres CGMI organisasi onderbouw PKI, DN Aidit menyerukan jika tidak mampu membubarkan HMI, maka kader PKI sebaiknya memakai kain sarung saja. Namun apa yang terjadi pasca kegagalan pemberontakan G.30 S-PKI, para pendukung NASAKOM dibasmi TNI dan dikenakan kafan.

“Lebih setengah abad yang lalu, kini romantisne NASAKOM dibangkitkan kembali oleh rezim Jokowi. Indikasinya  tampak jelas. Pertama kembali muncul konsep Pancasila 1 Juni yang menempatkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa’ pada sila kelima yang berbunyi ‘Ketuhanan yang berbudaya’,” ujar Amin.

Bangkitnya paham komunis dalam kehidupan politik dan ekonomi lanjut Amin, ditandai dengan hubungan mesra pemerintah Jokowi dengan pemerintah Cina.

“Dibenturkannya umat Islam yang dianggap anti kebhinekaan dan intoleran.Sedangkan ormas agama lain dirangkul sebagai pendukung,” beber Amin.

Amin mengatakan, selain ketiga indikasi ini, kebangkitan Ideologi NASAKOM semakin diperjelas dalam pidato sambutan Megawati pada HUT PDIP yang menyudutkan umat Islam. Dampak pidato itu telah memantik benturan di bawah diantaranya tuntutan pembubaran ormas Islam yang selama ini kritis terhadap rezim.

“Kejadian-kejadian pada masa rezim Jokowi ini mengingatkan kita kembali romantisme kejayaan ideologi NASAKOM yang ditunjang tiga kekuatan politik,” pungkasnya.

To Top