Nasional

Menristek Sebut Tes Covid 19 jadi Penyebab Angka Positif Corona Melonjak

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.IDMenteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyebut kenaikan angka warga yang positif virus corona Covid-19 (SARS-CoV-2) di Indonesia karena kegiatan Rapid Test dan tes polymerase chain reaction (PCR) yang semakin meluas di daerah.

Oleh karena itu, pemerintah mendapatkan data yang cukup akurat untuk melihat penyebaran pandemi virus corona baru ini di Tanah Air.

“Terus terang angka yang naik belakangan ini yang angkanya sehari nambah seribu dan segala macam itu salah satunya terjadi karena kita melakukan tes secara masif,” kata Bambang saat acara Penanggulangan Covid-19 Berbasis Pengetahuan dan Inovasi secara virtual, Senin (22/6/2020).

“Kita makin tahu daerah mana yang mesti dijaga dan protokol apa yang harus diterapkan agar penyakit ini tidak melebar terlalu besar lagi,” sambungnya.

Lebih lanjut kata Bambang, test Covid-19 yang semakin masif ini juga dipengaruhi oleh status darurat yang mana perizinan untuk menghasilkan alat kesehatan semakin dipermudah.

“Kalau dalam praktik biasa yang namanya izin alkes itu bisa makan waktu berbulan-bulan bahkan bisa setahun barangkali. Tetapi dengan status emergency ini maka akhirnya ventilator-ventilator dan test kit yang dibuat ini bisa selesai dan hampir semua yang sudah masuk tahap pengujian ini sekarang sudah mendapatkan izin edar,” jelasnya.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyatakan ada sejumlah strategi yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pengujian virus corona SARS-CoV-2. Dia mengatakan hal utama yang dapat mewujudkan peningkatan adalah penambahan jumlah laboratorium dan sumber daya manusia.

“Pertama meningkatkan jumlah laboratorium yang terlibat dan jumlah SDM yang ada,” tutur Dicky kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/5/2020).

Dicky menuturkan hal kedua yang perlu dipenuhi adalah sarana dari laboratorium untuk pengujian. Dia mengatakan laboratorium meningkatkan kecepatan hasil yang keluar dan didukung peningkatan ketersediaan reagen.

Dia berkata indikator kedua juga perlu didukung dengan bertambahnya ketersediaan mesin pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Lebih lanjut, Dicky menyebut pemerintah Indonesia harus menggunakan strategi pooling testing yang telah dilakukan sejak awal Perang Dunia ke-2 saat wabah sifilis, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan Covid-19 di Jerman, Israel, hingga Wuhan, China.

“Strategi pooling test atau pemeriksaan secara group telah dilakukan di Wuhan dengan tujuan percepatan hasil dan peningkatan coverage,” ucapnya.

Dicky menceritakan pooling test yang dilakukan di Wuhan dilakukan dengan mengambil 10 sampel untuk satu test. Bahkan, dia berkata jumlah sampel bisa lebih banyak pada area yang prevalensinya rendah.

cnn

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top