Nasional

Pasca Penembakan Guru, Polda Papua Kirim Brimob 

Polisi/Ilustrasi.

JAYAPURA, EDUNEWS.ID – Polda Papua mengirim 1 peleton personel gabungan brimob dan Satgas Nemangkawi ke Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pasca adanya penembakan terhadap 2 guru oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pengiriman personel itu untuk perbantuan aparat kepolisian Polsek Beoga dalam mengejar KKB.

“1 peleton Brimob organik dan Satgas Nemangkawi sudah kita kirim ke Beoga guna membackup Polsek Beoga,” kata Kapolda Papua, Irjen Mathius D. Fakhiri, di Jayapura, Sabtu (10/4/2021).

Mathius mengatakan tim tersebut akan melakukan pengejaran terhadap KKB dan mengamankan warga setempat. Pihaknya juga akan memisahkan warga asli Beoga dan pendatang.

“Kami akan memisahkan masyarakat pendatang yang di bantu oleh para tokoh agama di Distrik Beoga karena melihat ancaman dari KKB yang membuat masyarakat merasa ketakutan,” katanya.

“Sebenarnya masyarakat asli Beoga dan KKB bisa dibedakan. Oleh karena itu, kita akan kirim juga tim dari Nemangkawi untuk bisa betul-betul mendapat sasaran yang terukur dan terbidik dengan baik sehingga para kelompok Kriminal ini dapat segera diatasi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, guru SMP bernama Yonatan Randen tewas ditembak KKB di Papua. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia.

Dia mengatakan satu orang yang menjadi korban baru penembakan oleh KKB merupakan guru SMPN 1 Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Kami kesulitan komunikasi, informasi sore tadi ada penambakan, korban bernama Yonatan Randen,” Kaya Nyoman melalui pesan singkat, Jumat (9/4), yang diterima pukul 22.33 WIT.

Lokasi penembakan Yonatan berada di rumahnya yang beralamat di Ujung Bandara Beoga, Kabupaten Puncak. Polisi belum mengetahui umur guru asal Toraja tersebut.

Sehari sebelumnya (Kamis, 8/4/2021), KKB juga melakukan penembakan terhadap guru SD bernama Oktovianus Rayo (43) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Penembakan terhadap Oktavianus bermula sekitar pukul 09.50 WIT, saat orang tak dikenal (OTK) datang ke rumah Oktovianus.

Menurut Kamal, saat itu korban sedang menjaga kios. Tiba-tiba OTK tersebut masuk ke rumah dan langsung melakukan penembakan ke arah korban.

 

 

dtk

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top