Nasional

Polemik Vaksin Nusantara dan Dukungan BPOM

EDUNEWS.IDRatusan orang mulai dari akademisi, epidemiolog, pengacara, pengusaha sampai mantan Wakil Presiden (Wapres) RI mendukung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pro-kontra vaksin nusantara.

Dukungan terbuka itu, agar BPOM tetap menjalankan tugasnya untuk menjamin obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat betul-betul aman sesuai dengan kaidah dan prosedur ilmiah.

Pernyataan terbuka itu berbunyi bahwa setiap penelitian vaksin perlu diputuskan oleh lembaga yang memiliki otoritas. Penelitian perlu diputuskan oleh lembaga negara yang memiliki otoritas, yakni BPOM.

“Kami, yang nama-namanya tercantum di bawah ini, bersikap berpegang pada pendirian BPOM yang merupakan badan resmi di Indonesia dan bekerja berdasarkan prosedur-prosedur, disiplin, dan integritas ilmiah. Biarkan BPOM bekerja tenang bersama tim pakarnya. Kami percaya pada integritas keilmuan dan independensi mereka,” seperti dikutip dari pernyataan dukungan terbuka itu.

Menurut pernyataan dukungan itu, BPOM telah mengabdi untuk menjaga kesehatan masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pegawai BPOM, menurut mereka, juga telah membuktikan diri sebagai patriot tanpa banyak retorika, teguh menghadapi tekanan dari mana saja

“Kami, warga Republik, berdiri bersama mereka. Setiap penelitian dan pengembangan vaksin dan obat, kami hargai sebagai ikhtiar membuka kemungkinan baru melawan pandemi. Tentu dengan tetap mengindahkan asas-asas ilmiah. Mari kita ingat bahwa hidup mati jutaan rakyat Indonesia adalah taruhannya,” sebut pernyataan yang diucapkan Natalia Subagyo, mantan Sekretaris Tim Independen Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada konferensi pers virtual, Sabtu (17/4/2021).

Hal tersebut ditunjukkan oleh salah satu pendukung BPOM, Erry Hardjapamekas, ia mengungkapkan kumpulan dukungan terbuka buat BPOM terbentuk secara spontan melalui inisiatif dari grup gerakan sejuta antigen. Ia juga menyangkal jika ada orang dalam BPOM yang sengaja membentuk dukungan untuk mengumpulkan suara.

“Kami tidak diminta siapapun untuk membuat dukungan terbuka. Ini murni kepedulian kami sebagai warga yang waras,” ujar Erry.

Lebih dari 100 orang yang memberikan dukungan tersebut. Sebut saja, A. Mustofa Bisri, Abdillah Toha, Ade Armando, Ainun Najib, Ahmad Syafi’i Maarif, Akmal Taher, Anita Wahid, mantan Wapres RI Boediono, Butet Kertaradjasa, Djoko Susilo.

Selanjutnya Erry Riana Hadjapamekas, Saparinah Sadli, Natalia Subagyo, Kuntoro Mangkusubroto, Ismid Hadad, Marsilam Simanjuntak, Jajang C. Noer, Alisa wahid serta deretan nama lainnya.

“Kami ingin mendukung teman-teman di BPOM untuk tetap bekerja sesuai aturan,” kata Kuntoro Mangkusubroto yang juga mantan Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia di era Kabinet Reformasi Pembangunan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top